Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Desember 3, 2022
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Makanan dan Minuman Ini Bisa Perlambat Penurunan Memori!

Camilan sehat. Dok/FreepikCamilan sehat. Dok/Freepik

Topcareer.Id – Menurut sebuah penelitian terbaru, orang-orang yang makan dan minum lebih banyak makanan dengan flavonol (molekul yang ada dalam buah-buahan dan sayuran tertentu, termasuk kangkung, tomat, apel, jeruk, teh dan anggur) mungkin mengalami penurunan memori yang lebih lambat di usia yang lebih tua.

Temuan ini muncul di Neurology, jurnal American Academy of Neurology.

Menurut Dr. Thomas M. Holland, penulis utama studi tersebut, makan lebih banyak buah dan sayur, serta minum lebih banyak teh, adalah cara mudah bagi orang untuk berperan aktif dalam menjaga kesehatan otaknya.

“Dalam populasi penelitian kami, mereka yang mengonsumsi flavonol tingkat tertinggi, rata-rata tujuh porsi sayuran hijau gelap seminggu atau satu porsi sayuran hijau gelap sehari, dibandingkan [level] terendah, mengalami penurunan 32% dalam tingkat penurunan kognitif mereka,” katanya, seperti dikutip dari laman UPI News.

Holland adalah asisten profesor di Rush Institute for Health Aging, Rush College of Medicine & Rush College of Health Sciences di Chicago.

Baca juga: Mayoritas Konsumen Indonesia Ingin Tinggalkan Kebiasaan Gaya Hidup Tak Sehat

Flavonol adalah subkelas spesifik dari flavonoid, yang merupakan molekul yang ditemukan di banyak buah dan sayuran, yang memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi, dan diketahui dapat mencegah atau mengurangi kerusakan sel di seluruh tubuh, termasuk otak.

“Flavonol terutama ditemukan dalam kangkung, kacang-kacangan, teh, bayam, brokoli, tomat, apel, anggur, jeruk, pir, dan minyak zaitun. Meski begitu, ini bukan daftar lengkap,” kata Holland. “Di sinilah konsentrasi flavonol terbesar ditemukan.”

Tingkat flavonol tertinggi, umumnya terkandung dalam daun atau kulit sayuran atau buah, dan dalam konsentrasi yang lebih rendah dalam ekstrak atau jus.

“Memulai modifikasi pola makan dan intervensi gaya hidup lebih awal, kemungkinan besar akan menghasilkan hasil terbaik.” Pungkasnya.

the authorFeby Ferdian

Tinggalkan Balasan