TopCareerID

Survei: 73% Pekerja di Indonesia Siap Kembali ke Perusahaan Lamanya

Ilustrasi - Laporan LinkedIn membagikan 15 pekerjaan teratas yang pertumbuhannya cepat pada 2024 - work - profesional.

Ilustrasi - Laporan LinkedIn membagikan 15 pekerjaan teratas yang pertumbuhannya cepat pada 2024 - work - profesional.(Pexels)

Topcareer.id – Menurut survei terbaru yang dilakukan oleh perusahaan rekrutmen professional, Robert Walters Indonesia, sebanyak 73% pekerja Indonesia menyatakan siap kembali ke perusahaan tempat mereka sebelumnya.

Seiring dengan itu, 70% perusahaan yang sedang aktif merekrut menyatakan kesiapan untuk mempertimbangkan, bahkan melakukannya tanpa ragu.

Survei ini dilakukan terhadap hampir 1.000 pekerja di enam negara Asia Tenggara, meliputi Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Masih menurut survei yang sama, 71% pekerja Indonesia yang baru saja mengundurkan diri dalam dua tahun terakhir melakukannya dengan berbagai alasan, seperti mengejar kemajuan karier, mendapatkan gaji dan tunjangan yang lebih baik, atau mencari perusahaan yang memiliki budaya dan nilai-nilai perusahaan yang lebih sejalan dengan keyakinan mereka.

Di Indonesia, lebih dari 3 dari 5 pekerja (63%) mengakui kesiapannya untuk mempertimbangkan kembali ke perusahaan tempat mereka bekerja sebelumnya jika terdapat peluang untuk mendapatkan gaji yang lebih baik, peluang pengembangan karier, dan sistem kerja yang lebih fleksibel.

Sebanyak 21% lainnya menyatakan akan mempertimbangkan hal tersebut jika terjadi perubahan pada kepemimpinan atau struktur tim.

Baca juga: Cara Kenali Tanda Bahaya Pekerjaan Atau Perusahaan Yang Bikin Stres

“Survei kami mengungkapkan fakta menarik dalam dunia profesional di Indonesia, di mana 73% karyawan menyatakan bahwa mereka akan mempertimbangkan kesempatan untuk kembali ke perusahaan lamanya,” kata Eric Mary – Country Head, Robert Walters Indonesia dalam siaran pers yang diterima Topcareer.id.

Lebih lanjut ia mengatakan, Indonesia memiliki persentase pekerja profesional tertinggi yang menjalin kontak dengan perusahaan tempat mereka bekerja sebelumnya. Hal ini disambut baik oleh lebih dari 85% manajer yang aktif merekrut pekerja dan menyatakan keinginan untuk merekrut kembali staf lama.

“Namun, hampir 50% profesional saat ini belum menjalin kontak dengan tempat mereka bekerja sebelumnya,” tambah Eric.
Ia melanjutkan, banyak faktor yang dapat memengaruhi hal ini, seperti kesalahan persepsi bahwa kembali bekerja untuk perusahaan sebelumnya dapat dianggap negatif.

“Karyawan mungkin terdorong untuk mengetahui bahwa manajer di perusahaan lama mereka akan bersedia mempertimbangkan mereka secara adil, terutama jika mereka telah membuktikan kinerja diri sebagai yang terbaik di perusahaan,” ujar Eric.

Sementara, CEO Konsultan Rekrutmen Global Robert Walters, Toby Fowlston menyampaikan, meskipun pasar rekrutmen global mengalami sedikit perlambatan pada tahun 2023, kekurangan kandidat terus berlanjut.

“Sehingga fakta bahwa terdapat banyak talenta yang terbuka untuk bergabung kembali dengan bisnis seharusnya menjadi kabar baik bagi para pemimpin,” sebutnya.

Tidak hanya itu, kata Toby, mereka adalah talenta-talenta yang siap untuk mulai bekerja. “Mereka pernah terlibat dalam bisnis Anda, akrab dengan prosesnya, dan memiliki keterikatan sebelumnya terhadap merek perusahaan Anda,” ucap dia.

Exit mobile version