TopCareerID

Terlalu Sering Kerja Shift Malam Picu Jantung Koroner? Ini Jawabannya

Ilustrasi kerja shift malam meningkatkan risiko jantung koroner.

Ilustrasi kerja shift malam meningkatkan risiko jantung koroner.

Topcareer.id – Sebuah penelitian longitudinal yang dilakukan Shen et al (2023) terhadap 400.000 orang di Taiwan selama 5 tahun, menemukan bahwa 34% orang yang memiliki kualitas tidur yang rendah dan durasi tidur kurang dari 4 jam per hari, mengalami jantung koroner. Pekerja shift malam masuk risiko ini.

Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UM Surabaya, Firman menyebut bahwa salah satu alasan pola tidur rendah yak arena bergadang atau shift kerja malam.

Lebih lanjut, untuk melihat hubungan keduanya, studi Brigham and Women’s Hospital dan Harvard Medical School (HMS) di Amerika Serikat menjelaskan bahwa, bekerja shift malam selama 10 tahun berisiko 15 hingga 18 persen lebih tinggi bisa mengalami penyakit jantung koroner.

Firman lantas menjawab apakah shift malam bisa memicu jantung koroner? Menurutnya, shift malam bukan faktor yang secara langsung bisa menimbulkan penyakit jantung koroner.

“Namun faktor lain yang memiliki risiko secara langsung harus dikendalikan seperti obesitas, hal ini dapat kita kendalikan dengan olahraga teratur dan pola makan yang sehat, agar berat badan tidak berlebih hingga menimbulkan obesitas,” kata Firman dikutip dari laman resmi UM Surabaya.

Baca juga: Risiko Kerja Shift Malam: Asma Sedang Hingga Berat

Firman menjelaskan, penyebab paling sering timbulnya jantung koroner, yakni karena gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan, kurang beraktivitas, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol dan stres.

Namun, banyak orang yang masih belum menyadari bahwa pola tidur yang rendah juga bisa berisiko 3 kali lebih besar mengalami penyakit jantung koroner, daripada orang dengan pola tidur yang bagus.

Ia menegaskan, jika seseorang sedang shift malam usahakan berikan waktu istirahat sejenak di sela-sela waktu, walaupun cuman sebentar, hal itu sangat penting bagi tubuh untuk mempertahankan waktu istirahat yang cukup, serta bisa memulihkan kembali energi yang telah digunakan.

“Menjaga pola makan dan olahraga teratur juga dapat mencegah hipertensi, dislipidemia dan penyakit lainnya, yang bisa memicu terjadinya penyakit jantung koroner,” ujar Firman.

“Selain itu dengan tidak merokok dan menghindari konsumsi alkohol serta dengan menjaga pola tidur yang cukup, sangat penting dan efektif mengurangi risiko penyakit jantung,”pungkasnya.

Exit mobile version