Find Us on Facebook

Subscribe to Our Channel

https://www.youtube.com/@topcareertv1083

Lifestyle

Ini Sejarah dan Alasan 2 Oktober Jadi Hari Batik Nasional

Ilustrasi batik (Dok. Kemenparekraf)

TopCareer.id – Indonesia merayakan Hari Batik Nasional tiap 2 Oktober, termasuk hari ini, Rabu (2/10/2024), sebagai bentuk penghargaan dan kebanggaan terhadap warisan budaya ini.

Dalam perayaan ini, masyarakat biasanya merayakannya dengan menggunakan batik saat beraktivitas ke sekolah atau bekerja.

Pemilihan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional sebagai peringatan ditetapkannya batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada 2 Oktober 2009 oleh UNESCO.

Dikutip dari laman kemlu.go.id, batik pertama kali diperkenalkan ke dunia internasional oleh Presiden Soeharto saat mengikuti konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baca Juga: Industri Batik RI Serap 200 Ribu Tenaga Kerja

Batik Indonesia didaftarkan untuk mendapat status intangible cultural heritage (ICH) melalui kantor UNESCO di Jakarta, oleh kantor Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, mewakili Pemerintah Indonesia dan komunitas batik Indonesia pada 4 September 2008.

Pada 9 Januari 2009, pengajuan batik untuk Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi UNESCO diterima secara resmi, dan batik dikukuhkan pada sidang keempat Komite Antar-Pemerintah tentang Warisan Budaya Nonbendawi yang diselenggarakan UNESCO di Abu Dhabi pada 2 Oktober 2009.

Pada sidang ini, batik resmi terdaftar sebagai Warisan Kemanusiaan Karya Agung Budaya Lisan dan Nonbendawi di UNESCO.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kemudian menjadikan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional, melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 33 tahun 2009, yang dikeluarkan tanggal 17 November 2009.

Kementerian Dalam Negeri lalu menerbitkan Surat Edaran yang mengimbau seluruh pegawai pemerintah di tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten, memakai batik setiap Hari Batik Nasional.

Baca Juga: Gaya Fesyen Batik yang Bisa Kamu Coba untuk ke Kantor

Mengutip laman Inspektorat Jenderal Kemdikbudristek, sejarah batik tak lepas dari perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Jawa.

Batik mulai dikembangkan pada masa Kerajaan Mataram, lalu berlanjut di masa kerajaan Solo dan Yogyakarta. Batik yang awalnya hanya dipakai dalam keraton sebagai pakaian para raja dan keluarganya, kemudian mulai diproduksi oleh masyarakat umum dan populer sebagai pakaian.

Pembuatan batik memiliki berbagai jenis teknik seperti tulis, cap, dan printing. Selain itu, terdapat beragam motif batik dengan makna filosofis yang berbeda-beda. Batik pun berkembang pesat dan diproduksi oleh berbagai daerah di Indonesia, dengan mengusung ciri khasnya masing-masing.

Leave a Reply