TopCareer.id– Jadwal Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) masih dibuka bagi pelajar SMA hingga Kamis (27/3/2025), sehingga calon mahasiswa harus segera menentukan jurusan kuliah yang sesuai minat dan bakatnya.
Hal yang harus diperhatikan bagi calon mahasiswa adalah memahami minat dan bakat sebelum memilih jurusan, agar tidak menyesal saat kuliah.
Dewi Retno Suminar, dosen Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (Unair) membagikan beberapa tips memilih jurusan yang tepat bagi calon mahasiswa.
Menurut Dewi, calon mahasiswa harus mempertimbangkan kemampuan dirinya sendiri, karena ini juga terkait dengan minat yang dimiliki.
Baca Juga: Menaker Ungkap 3 Pekerjaan Ini Dibutuhkan di Masa Depan, Tapi Keahliannya Langka di Indonesia
“Yang menjadi pertimbangan terpenting dalam memilih jurusan adalah kemampuan diri. Karenanya, perlu melihat apa kekuatan diri,” kata Dewi, dikutip dari laman resmi, Rabu (26/3/2025).
“Misalnya saya kuat di numerik, atau ingatan, atau daya abstraksi, atau yang lainnya,” ujarnya. Kemudian kaitkan dengan minat dan dilihat apakah bidang studi yang diminati sesuai dengan kekuatan dalam diri.
Selain itu, calon mahasiswa juga harus mengeksplorasi kekuatan dirinya masing-masing. “Cara mengeksplorasinya adalah dengan rajin menelaah diri dan refleksi diri. Jangan hanya berpatokan nilai saja,” kata Dewi.
Menurutnya, nilai memang bisa menjadi indikasi bakat. Namun, mencari kekuatan diri terkait dengan pilihan. Untuk itu, siswa bisa menjajal tes minat dan bakat di psikolog.
Baca Juga: Mahasiswa Merapat! Cek Tips Biar Lebih Produktif di Kampus
Kepribadian seseorang, kata Dewi, juga penting saat menjalani proses kuliah. Perkuliahan membutuhkan inisiatif sehingga sangat brebeda dengan belajar di sekolah. Kepribadian yang sangat mempengaruhi keberhasilan adalah ketangguhan dan persisten.
“Karena proses kuliah tidak sama dengan sekolah. Harus ada inisiatif dari diri dan kelas, dosen, dan kecepatan antar teman tidak sama,” kata Dewi. Tak lupa, mahasiswa juga harus memiliki kontrol diri yang baik.
Terakhir, Dewi mengingatkan agar seseorang tidak memilih jurusan karena sedang tren, sekadar suka, atau mengikuti orang lain.
“Kenali kekuatan diri dan analisis sesuaikah dengan kebutuhan dalam menyelesaikan pendidikan di prodi yang anda suka,” pungkasnya.