Find Us on Facebook

Subscribe to Our Channel

https://www.youtube.com/@topcareertv1083

Tips Karier

6 Resolusi Tahun Baru untuk Bikin Kerja Lebih Bermakna

Ilustrasi pekerja kantor. (Irsyad Fajri/TopCareer.id/Permata Indonesia)

TopCareer.id – Di tahun baru, banyak orang mulai menyiapkan resolusi. Selain soal kesehatan, keuangan, atau kebiasaan pribadi, resolusi di lingkungan kerja juga tidak kalah pentingnya.

Menetapkan tujuan profesional yang jelas dapat meningkatkan motivasi, kepuasan, dan bahkan kinerja kita.

Karena itu, dilansir Psychology Today, Jumat (2/1/2026), berikut beberapa ide resolusi kerja untuk 2026 yang bisa dicoba.

  • Menciptakan dan menjaga batasan kerja dan hidup yang sehat

Saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengubah diri agar tidak terjebak dan kesulitan dalam menciptakan atau mempertahankan batasan antara kerja dan kehidupan pribadi yang sehat.

Profesor psikologi di University of Arizona, Ashley C. Jordan mengatakan, kerja berlebihan yang terus menerus akan berujung pada kelelahan mental atau burnout.

Berinvestasilah pada pekerjaanmu, namun jangan mengorbankan kesehatan mental dan fisikmu. Kamu bisa mulai dari berhenti menerima telepon di malam hari atau setop membalas email di ranjang, mobil, atau kamar mandi.

Tetapkan batasan waktu yang ketat, misalnya mematikan urusan kerja setelah pukul 18.00 dan di akhir pekan.

Sesekali bekerja di akhir pekan mungkin meningkatkan produktivitas jangka pendek, tapi jika kebiasaan, ini sering kali merusak efektivitas jangka panjang ketika burnout melanda.

  • Merayakan pencapaian kecil

Pencapaian kecil saat ini semakin berarti di tengah dunia yang makin terasa berat. Kita sering merayakan sebuah pencapaian besar, padahal tonggak kecil adalah sesuatu yang berarti.

Momen-momen kecil di sepanjang perjalananmu bisa meningkatkan semangat, memperkuat hubungan, dan sering kali menciptakan momentum untuk kesuksesan berikutnya.

Baca Juga: Awas, Penipuan Siber Mengintai di Momen Natal dan Tahun Baru

  • Memperkuat rasa kebersamaan

Meski hidup di dunia digital yang sangat terkoneksi, manusia yang merupakan makhluk sosial malah semakin merasa terisolasi.

Jika belum merasakan komunitas yang kuat di tempat kerja, pertimbangkan untuk jadi orang yang memulainya. Ajak rekan kerja minum kopi, makan siang, atau kumpul santai usai kerja.

Ini tak cuma soal perasaan. Organisasi dengan iklim sosial yang positif terbukti lebih mampu mempertahankan karyawan dibandingkan yang tak punya struktur sosial seperti itu.

Selain itu, ketika karyawan merasa memiliki rasa kebersamaan yang kuat, mereka cenderung lebih terlibat dan produktif.

  • Jadikan perbedaan pendapat untuk memicu inovasi, bukan konflik

Tak masalah apabila kamu tidak cocok dengan semua orang. Perbedaan kepribadian, latar belakang, dan sudut pandang, memang bisa memicu perbedaan pendapat. Kuncinya adalah bagaimana perbedaan dikelola.

Ketimbang melihat konflik sebagai “akun lawan mereka”, cobalah memandangnya sebagai peluang untuk memperluas cara berpikirmu.

Penelitian menunjukkan, paparan terhadap sudut pandang yang berbeda bisa meningkatkan kreativitas dan inovasi. Maka dari itu, perbedaan pendapat yang dikelola secara produktif justru dapat memperkuat tim, bukan memecahkannya.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Intai Libur Nataru, Ini Tips Biar Tetap Aman Saat Wisata

  • Dukung orang lain, jangan menjatuhkan

Saat orang lain berhasil, berikan mereka dukungan. Jangan biarkan rasa iri atau perbandingan merusak penilaianmu.

Jika seseorang memiliki sesuatu yang kamu inginkan, menjatuhkannya tidak akan membawamu ke sana. Sebaliknya, mintalah saran. Belajarlah dari mereka. Tiru hal-hal yang terbukti berhasil.

Hidup bukanlah permainan dengan hasil nol dan selalu ada ruang bagi lebih dari satu orang untuk sukses. Belajarlah dari orang lain, lalu teruskan kebaikan itu kepada yang lain.

  • Tumbuh secara profesional, tanpa harus merasa lelah

Di tahun baru, pertimbangkan untuk berkomitmen mempertajam keterampilan atau membantu mengembangkan keahlian baru. Kamu bisa coba dengan membaca satu buku atau artikel setiap bulan.

Menetapkan tujuan yang realistis dan bisa dicapai akan mengurangi risiko kelelahan dan burnout yang kerap hadir di awal tahun. Pertumbuhan harusnya memberi energi, bukan mengurasnya.

Leave a Reply