TopCareerID

Tips Mengurangi Capek Kerja Karena Terlalu Lama Menatap Layar

Ilustrasi lelah menatap layar. (Freepik)

TopCareer.id – Banyak pekerjaan yang mengharuskan kita terus menerus menatap layar, entah komputer atau ponsel, yang menimbulkan perasaan lelah.

Paul Leonardi, Ketua Departemen sekaligus Duca Family Professor of Technology Management di UC Santa Barbara menambahkan, kita juga sering dituntut untuk selalu siaga, mengharuskan kita harus siap dengan perangkat digital.

Untuk itu, dikutip dari CNBC Make It, Jumat (23/1/2026), Leonardi pun memberikan tiga tips untuk membantu mengurangi kelelahan digital saat bekerja atau terus menerus menatap layar:

Memakai platform media yang tidak tepat untuk sebuah pesan bisa memicu kesalahpahaman dan justru membuang waktu karena bolak-balik komunikasi.

“Yang perlu kita lakukan adalah mencocokkan tingkat kompleksitas masalah dengan kemampuan teknologi yang kita gunakan,” kata Leonardi.

Baca Juga: 4 Makanan yang Harus Dikonsumsi untuk Mata yang Lebih Sehat

Jika kamu perlu memberi konteks yang lebih lengkap dan penerima pesan membutuhkan waktu untuk mencerna informasi, email adalah pilihan yang lebih tepat.

Sementara, rapat atau diskusi langsung paling efektif jika harus cepat mengambil keputusan dengan masalah yang rumit. Dengan pertemuan langsung, kita bisa lebih cepat paham lewat ekspresi dan respons orang lain.

Leonardi menyarankanmu agar kita tidak selalu cepat dalam merespon.

Menurutnya, ada fenomena bernama email urgency bias, yaitu kecenderungan kita menganggap permintaan orang lain jauh lebih mendesak daripada kenyataannya.

“Kita sering merasa itu adalah tanggung jawab kita untuk merespons secepat mungkin,” kata Leonardi.

Kecuali jika sebuah pesan tidak benar-benar mendesak, kita tidak perlu langsung membalas.

Dengan memperlambat respons, kita bisa menghindari interupsi kerja dan merencanakan jawaban yang lebih matang, tanpa harus terus-menerus berpindah fokus, di mana ini bisa jadi sangat melelahkan secara mental.

Baca Juga: LinkedIn Ungkap 15 Pekerjaan yang Tumbuh Pesat di Indonesia

Leonardi juga menyarankan agar email ditulis dengan lebih matang. “Dengan melambat, kita biasanya berpikir lebih menyeluruh dan memberi jawaban yang lebih kuat dan dapat diandalkan,” katanya.

“Mungkin butuh 20 menit untuk menulis email yang lebih panjang, tapi itu bisa mencegah 30 percakapan lanjutan yang tidak perlu,” imbuhnya.

Kamu juga dapat mempertimbangkan untuk mengecek email hanya di waktu-waktu tertentu dalam satu hari, ketimbang merespon setiap notifikasi yang masuk.

Dengan cara ini, ada waktu khusus untuk mengurus email, serta waktu lain bekerja tanpa gangguan.

Kurangi aplikasi yang digunakan

Banyak orang yang merasa lelah karena terlalu banyak platform yang digunakan. Misalnya, organisasi memakai Microsoft Teams dan Slack sekaligus untuk komunikasi internal.

“Ada korelasi jelas antara jumlah tools yang kita pakai dan tingkat kelelahan yang kita rasakan,” kata Leonardi.

Ia menyarankan agar tim berdiskusi tentang prioritas kerja dan menentukan platform mana yang benar-benar paling efektif, lalu mengurangi sisanya.

Meski akan mungkin menimbulkan gesekan di awal, dalam jangka panjang pengurangan teknologi ini sangat membantu mencegah kewalahan dan kelelahan.

Exit mobile version