TopCareer.id – Fakultas Farmasi Universitas Padjajaran (Unpad) meluncurkan Program Studi (Prodi) Rekayasa Kosmetik. Pembukaan dimulai di semester ganjil tahun akademik 2026/2027.
“Untuk menjawab kebutuhan industri saat ini, Unpad membuka program studi baru jenjang Sarjana (S1) yaitu Rekayasa Kosmetik,” kata Arief S. Kartasasmita, Rektor Unpad, dikutip dari laman resmi Unpad, Senin (26/1/2026).
Menurut Arief, dengan bekal yang dimiliki Fakultas Farmasi mereka selama ini, prodi ini bisa diterima dengan baik oleh masayarakat, serta berdampak positif bagi industri kosmetik dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Prodi Rekayasa Kosmetik di Unpad juga sudah lolos akreditas pertama BAN-PT.
Dekan Fakultas Farmasi Unpad Auliya Abdurrohim Suwantika sementara mengatakan, tenaga profesional di bidang rekayasa kosmetik kini makin dibutuhkan, seiring pertumbuhan industri kosmetik.
Baca Juga: Masa Depan Industri Farmasi RI Bergantung pada Generasi Muda yang Kompeten
Auliya menambahkan, prodi ini akan membuka daya tampung sebanyak 80 mahasiswa, yang terbagi untuk tiga jalur masuk perguruan tinggi yaitu SNBP, SNBT, dan jalur mandiri.
Prodi Rekayasa Kosmetik sendiri secara spesifik akan fokus mempelajari komoditas kosmetik, serta proyek dalam mengembangkan sebuah produk, mulai dari sediaan farmasi, membuat formulasi, hingga produksi dan pemasaran.
“Karena berada di bawah Fakultas Farmasi, beberapa mata kuliahnya tentu akan sangat memiliki relasi dengan aspek kefarmasian,” kata Auliya.
Ia mengatakan, beberapa yang akan dipelajari juga termasuk bagaimana memformulasikan sebuah produk kosmetik yang baik, dari segi regulasinya, quality control, hingga pemasarannya.
“Tidak hanya di aspek produksinya, tetapi secara keseluruhan aspek kefarmasiannya itu akan sangat kuat,” imbuhnya.
Menurut Auliya, industri kosmetik saat ini membuka peluang yang besar untuk berkarier di berbagai bidang terkait.
Mahasiswa prodi ini diharapkan punya kompetensi yang sesuai kebutuhan industri, sehingga lulusannya diharapkan tak cuma siap masuk dunia kerja, tapi juga bisa berkontribusi dalam pengembangan inovasi produk kosmetik.
Baca Juga: Penyalahgunaan Obat Masih Jadi Tantangan Sektor Kesehatan
Fakultas Farmasi Unpad juga telah melakukan inisiasi kerja sama dengan berbagai macam stakeholder seperti PT Paragon, BPOM dan Kementerian Kesehatan RI.
Kurikulum disusun dengan mempertimbangkan feedback dan insight dari berbagai pihak yang berpotensi akan menjadi pengguna calon alumni.
“Dari Prodi Rekayasa Kosmetik ini terbuka lebar banyak peluang, baik itu bekerja menjadi formulator di industri kosmetik atau bekerja sebagai regulatornya,” kata Auliya.
“Bahkan tidak menutup kemungkinan bisa menjadi seorang entrepreneur di bidang kosmetik dengan bekal pengetahuan rekayasa kosmetik,” ia menambahkan.












