TopCareerID

3 Tips Pemakaian AC Biar Tetap Aman untuk Kesehatan

Ilustrasi AC di dalam kamar. (Gambar dibuat dengan AI ChatGPT)

TopCareer.id – Masih banyak mitos mengenai dampak buruk pemakaian air conditioner (AC) di masyarakat.

Beberapa anggapan yang kerap beredar mulai dari AC bisa memicu penyakit, memperburuk kondisi jantung, hingga bikin tubuh gampang sakit.

Padahal, risiko kesehatan biasanya muncul dari cara dan durasi pemakaian yang kurang tepat.

Penggunaan AC yang dikelola sesuai ketentuan yang aman termasuk pengaturan suhu, durasi, hingga kebersihan udara, malah dapat mendukung kenyamanan dan kesehatan.

Bobby Arfhan Anwar, Dokter Spesialis Jantung Intervensi dalam acara NEXTHOME by Modena di Jakarta beberapa waktu lalu, memberikan beberapa tips agar pemakaian AC tetap aman bagi kesehatan.

Bobby menyebut, penggunaan AC sebenarnya tidak berpotensi menimbulkan penyakit selama suhu ruangan diatur sesuai dengan kondisi fisiologis tubuh.

AC justru dapat membantu meregulasi suhu tubuh agar tetap optimal, terutama saat aktivitas harian dilakukan di dalam ruangan.

“Termasuk saat olahraga berat, sebaiknya kita menggunakan AC agar bisa mengatur suhu yang sejuk untuk tubuh,” ujarnya, dikutip dari siaran pers, Selasa (27/1/2026).

“Ketika kita sedang olahraga dan suhu ruangan panas, jantung kita bekerja lebih keras. Karena itu kita sering merasa pusing atau pandangan terasa gelap saat berolahraga di kondisi ruangan yang panas,” jelasnya.

Baca Juga: Mengenal Willis Carrier. Berkat Penemuannya Kita Bisa Menikmati Sejuknya AC

Modena merekomendasikan penggunaan AC yang dilengkapi dengan fitur sleep mode, yang bekerja dengan menaikkan suhu AC secara bertahap selama delapan jam, sebelum mati secara otomatis.

Dengan mekanisme ini, suhu ruangan tidak menjadi terlalu dingin saat tubuh beristirahat, sehingga membantu mengurangi risiko masuk angin maupun munculnya reaksi alergi akibat paparan udara dingin berlebih.

Pemakaian AC dalam durasi yang terlalu lama, apalagi di ruang tertutup, bisa membuat udara menjadi terlalu kering dan suhu terlalu dingin.

Kondisi ini berisiko memicu kulit kering hingga reaksi alergi. Karena itu, Bobby menyarankan agar AC tidak digunakan seharian penuh tanpa jeda.

Saat menggunakan AC, ia juga mengingatkan pentingnya mencukupi asupan cairan untuk menjaga kelembapan kulit dan tubuh.

Baca Juga: Super Flu, Apa Gejala yang Harus Diwaspadai?

Selain itu, agar sirkulasi udara alami tetap perlu dimaksimalkan dengan membuka jendela atau ventilasi ketika AC dimatikan, agar kualitas udara di dalam ruangan tetap terjaga.

Di musim hujan, AC dengan dry mode bisa dipakai untuk membantu mengontrol kelembapan udara jika kondisi ruangan terlalu lembap.

AC dengan dry mode berfungsi menyerap kelembapan berlebih di dalam ruangan, sehingga membantu menciptakan udara yang lebih nyaman dan sehat.

Menjaga kebersihan udara jadi faktor penting dalam penggunaan AC yang sehat.

Bobby menekankan pentingnya membersihkan filter AC secara berkala untuk memastikan udara di dalam ruangan tetap bersih dari debu dan jamur yang kerap memicu alergi.

Ia juga mengingatkan bahaya merokok di dalam ruangan, terlebih di ruangan dengan AC.

“Jangan merokok di dalam ruangan, apalagi ruangan ber-AC. Walaupun ruangan sudah tidak bau asap, partikel asap rokok bisa menempel di AC dan furnitur selama tiga minggu,” Bobby menegaskan.

Menurutnya, kondisi tersebut bisa berdampak pada perokok tangan ketiga, seperti anak-anak, yang bisa menyebabkan pneumonia pada balita.

Exit mobile version