Find Us on Facebook

Subscribe to Our Channel

https://www.youtube.com/@topcareertv1083

Lifestyle

Cara Mencegah Tertular Virus Nipah

Ilustrasi virus nipah. (PIRO/Pixabay)

TopCareer.id – Meski kasus Virus Nipah belum teridentifikasi pada manusia di Indonesia. Namun, pemerintah sudah mengeluarkan peringatan dini dan meminta semua pihak untuk waspada sebagai langkah antisipasi.

Sementara itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada namun tidak panik.

Vella Rohmayani, Dosen Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) mengatakan bahwa Virus Nipah punya potensi jadi ancaman kesehatan global, jika tidak diantisipasi dengan baik.

Vella menjelaskan, Virus Nipah secara alami ditemukan pada kelelawar buah dari genus Pteropus.

Mengutip laman resmi Umsura, Sabtu (7/2/2026), penularan ke manusia dapat terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi, seperti air liur, urin, atau darah.

Baca Juga: Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Virus Nipah Walau Belum Ada Kasus di RI

Selain itu, penularan juga bisa terjadi melalui konsumsi produk pangan yang telah terpapar sekresi kelelawar, misalnya buah-buahan yang tidak dicuci bersih atau sudah tergigit hewan.

“Dalam kondisi tertentu, penularan antar-manusia juga dapat terjadi melalui kontak erat dengan pasien yang sedang terinfeksi, baik di lingkungan keluarga maupun fasilitas layanan kesehatan,” ujarnya.

Secara klinis, infeksi Virus Nipah sering diawali gejala mirip flu seperti demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, dan gangguan pernapasan.

Pada kasus yang lebih berat, virus dapat menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan peradangan otak atau ensefalitis. Kondisi ini ditandai dengan pusing hebat, kejang, hingga penurunan kesadaran yang butuh penanganan medis segera.

Baca Juga: Tak Cuma ISPA, Ini Penyakit Lain yang Wajib Diwaspadai Saat Musim Hujan

Untuk pencegahan, masyarakat diminta untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Selain itu, rutinlah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memastikan bahan makanan dicuci bersih dan dimasak sampai matang, dan hindari konsumsi buah dengan bekas gigitan hewan.

Di sektor peternakan, khususnya peternak babi, penggunaan alat pelindung diri seperti masker dan sarung tangan saat berinteraksi dengan ternak juga sangat dianjurkan.

Selain itu, masyarakat diminta membatasi kontak dengan kelelawar maupun hewan liar lain yang menunjukkan gejala sakit.

Leave a Reply