TopCareer.id – Media ternama Amerika Serikat, The Washington Post mengumumkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap sekitar sepertiga dari pekerjanya.
Kanal berita olahraga dan luar negeri pun disebut menjadi yang paling terdampak dari pemangkasan ini.
PHK ini diumumkan pada Rabu pekan lalu waktu setempat. Para pekerja di berbagai departemen terkena pemangkasan, dengan tim redaksi olahraga, liputan lokal, dan luar negeri jadi yang paling terdampak.
Dikutip dari Reuters, serikat pekerja dari media itu, Washington-Baltimore News Guild menyebut bahwa surat kabar tersebut diperkirakan kehilangan ratusan pekerjanya.
Pimpinan redaksi eksekutif The Washington Post, Matt Murray mengatakan, PHK ini bertujuan untuk membawa “stabilitas.”
Pengumuman ini menuai kecaman dari para karyawan media yang dimiliki oleh Jeff Bezos itu, termasuk dari sejumlah mantan pimpinan.
Baca Juga: Pinterest Mau PHK 15 Persen Karyawan, Ruang Kantor Dikurangi
“Berita hari ini menyakitkan. Ini adalah langkah yang sulit,” kata Murray dalam memo kepada para pekerja.
“Jika kami ingin berkembang, bukan sekadar bertahan, kami harus menemukan kembali jurnalisme dan model bisnis kami dengan ambisi yang baru,” ujarnya, mengutip The Guardian, Senin (9/2/2026).
Dia menulis, lalu lintas pembaca The Post online anjlok tajam dalam tiga tahun terakhir, seiring pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI).
Dia juga mengatakan bahwa The Washington Post masih “terlalu berakar pada era yang berbeda.”
“Meski kami menghasilkan banyak karya jurnalistik yang sangat baik, kami terlalu sering menulis dari satu sudut pandang, untuk satu segmen audiens saja,” ujarnya.
Sementara itu, para koresponden luar negeri dan reporter lokal sempat meminta agar Bezos mempertahankan pekerjaan mereka.
“Terus menghilangkan pekerja hanya akan melemahkan surat kabar ini, mengusir pembaca, dan merusak misi The Post,” kata pernyataan Washington Post Guild.
Baca Juga: Amazon PHK Lagi, 16 Ribu Pekerja Jadi Korban
Juru bicara The Post mengatakan langkah itu “dirancang untuk memperkuat fondasi dan mempertajam fokus” perusahaan.
PHK ini merupakan bagian dari rangkaian pemangkasan staf dan program pensiun dini yang telah terjadi di berbagai departemen dalam beberapa tahun terakhir.
Media itu juga tengah dihujani tengah kritik karena beberapa keputusan editorialnya.
Media ini juga kehilangan puluhan ribu pelanggan saat jelang Pilpres AS 2024, ketika mereka mengumumkan tidak mendukung kandidat presiden mana pun. Keputusan ini diambil langsung oleh Bezos.
Langkah tersebut memutus tradisi puluhan tahun. The Post hampir selalu memberikan dukungan kandidat dalam Pilpres sejak 1970-an, yang seluruhnya berasal dari Partai Demokrat.
Keputusan Bezos tahun lalu untuk memfokuskan rubrik opini pada isu “kebebasan individu dan pasar bebas” juga mendorong editor kanal tersebut mengundurkan diri.
Jeff Bezos sendiri membeli surat kabar tersebut pada 2013 dari keluarga Graham dengan nilai 250 juta dolar AS.
