TopCareer.id – Pertanian jadi sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) per November 2025.
Hal ini diungkap oleh Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi persnya, Jumat (5/2/2026) di Jakarta.
“Jika dibandingkan dengan Agustus 2025, maka kita bisa melihat bahwa hampir seluruh lapangan usaha mengalami peningkatan jumlah tenaga kerja, kecuali aktivitas jasa lainnya dan pengadaan listrik dan gas,” kata Amalia.
Sementara, untuk tiga sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah pertanian (27,99 persen), perdagangan (18,67 persen), dan industri pengolahan (13,86 persen).
Baca Juga: BPS: Pengangguran di Indonesia Turun Jadi 7,35 Juta Orang
Di sisi lain, tiga lapangan usaha yang jumlah pekerjanya meningkat paling tinggi yaitu akomodasi dan makan minuman (381 ribu orang), industri pengolahan (196 ribu orang), dan perdagangan (168 ribu orang).
Pada kesempatan yang sama, BPS juga menyebut bahwa angkatan kerja di Indonesia mencapai 155,27 juta orang atau naik 1,262 juta orang.
“Dari angkatan kerja tersebut, sebanyak 147,91 juta orang di antaranya bekerja. Jumlah penduduk yang bekerja ini bertambah sebanyak 1,371 juta orang dibandingkan bulan Agustus 2025,” kata Amalia.
Baca Juga: Banyak Pekerja Indonesia Overwork, Pakar Ungkap Pemicunya
Jika dirinci lebih lanjut, dari jumlah penduduk Bekerja tersebut, mereka yang berstatus Pekerja Penuh mencapai 100,497 juta orang atau naik 1,850 juta orang.
Kemudian Pekerja Paruh Waktu sebanyak 35.858 juta orang atau turun 0,438 juta orang dan Setengah Pengangguran 11,558 juta orang atau turun 0,042 juta orang.
Di sisi lain, BPS menyebut bahwa angkatan kerja yang tidak terserap pasar kerja atau pengangguran mencapai 7,35 juta orang per November 2025, atau turun 0,109 juta orang dibandingkan Agustus 2025.
“Dengan demikian, jumlah orang yang menganggur mengalami penurunan,” kata Amalia.
