TopCareer.id – Valentine sering dimaknai sebagai momen untuk merayakan cinta dan kedekatan. Namun, di balik suasana romantis ada ancaman scam mengintai.
Bahkan di tahun 2026, banyak penipuan siber yang makin memanfaatkan teknologi terkini seperti deepfake dan AI.
Tidak lagi memakai pesan random ke banyak orang, para penipu sekarang memilih korban dengan hati-hati menggunakan data pribadi yang lebih rinci.
Di situlah penipu menggunakan AI untuk menyamar sebagai orang sungguhan, menciptakan chat yang meyakinkan, hingga membangun kepercayaan yang besar.
3 modus scam berkedok asmara yang sering digunakan
Dilansir Fox News, Sabtu (14/2/2026), ada beberapa modus yang digunakan penjahat saat melancarkan aksi scam berkedok asmara di musim Valentine.
- Menggunakan AI yang terlihat nyata dan terdengar asli
Jika dulu penipu memakai foto profil curian dan bahasa Inggris yang berantakan, pelaku scam saat ini memakai foto, video, atau suara yang dibuat dengan AI, yang terkadang bukan tampilan orang sungguhan.
Ini membuat orang lain jadi lebih sulit untuk melacak dengan alat reverse image atau search.
Kamu mungkin akan menemukan profil yang punya unggahan media sosial, kerap membagikan foto sehari-hari yang sejalan dengan ceritanya, mengirim pesan suara mirip asli, hingga muncul dalam video call dengan wajah AI.
Baca Juga: Alasan Warga Indonesia Masih Gampang Ketipu Lowongan Kerja Palsu
Beberapa jaringan penipuan bahkan menciptakan keluarga dan lingkaran pertemanan palsu secara online, sehingga orang tersebut tampak memiliki kehidupan, teman, dan sejarah sungguhan.
Bagi korban, ini akan terasa seperti koneksi yang sungguhan karena “orang” tersebut berperilaku layaknya manusia asli.
- Percakapan otomatis yang dipersonalisasi dengan sistem
Di balik layar, banyak penipu yang menggunakan platform perangkat lunak yang bisa mengelola puluhan percakapan sekaligus. Ini dikenal sebagai “scamware” dan sulit dideteksi.
Sistem ini bisa melacak balasanmu, menandai pemicu emosional, hingga menyarankan respon berdasarkan mood dan riwayatmu.
Misalnya, jika kamu menyebut bahwa kamu adalah janda atau duda, nada percakapan langsung menjadi lebih menghibur.
Baca Juga: Waspada, Toko Online Palsu Incar Pemburu Hadiah Valentine
Jika kamu mengatakan kondisi keuangan stabil, cerita bisa bergeser ke “peluang bisnis.” Jika kamu ragu-ragu, sistem menciptakan rasa urgensi atau rasa bersalah.
Rasanya personal, padahal sebenarnya kamu sedang diarahkan melalui corong emosional yang telah ditulis sebelumnya dengan satu tujuan: mengambil uangmu.
- Penipuan bermodus kripto dan investasi
Salah satu modus yang sedang marak adalah menggabungkan romansa dengan investasi, terutama kripto. Korban biasanya diajak membangun hubungan terlebih dulu selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.
Setelah rasa percaya terbentuk, pelaku akan mulai memperkenalkan platform kripto tertentu, aplikasi trading palsu, hingga peluang bisnis yang katanya sudah mereka coba sendiri.
Baca Juga: Ide Rayakan Valentine di Kantor Untuk Apresiasi Karyawan
Pelaku akan sering memamerkan keuntungan palsu. Bahkan di awal, mereka bisa menarik sedikit uang untuk membangun kepercayaan. Namun, usai kamu mengirim uang dalam jumlah besar, akun pelaku akan hilang dan tidak bisa dihubungi.
Di sisi lain, uangmu akan hilang dan tidak bisa dikembalikan.
Pola penipuan yang kerap digunakan
Sebagian besar kasus yang ditemukan mengikuti pola yang sama yaitu:
- Perkenalan ramah tanpa tekanan
- Ikatan emosional yang cepat
- Alasan tidak bisa bertemu langsung (tugas luar negeri, kerja di kapal, militer, dan sebagainya)
- Muncul masalah mendadak
- Permintaan uang, bisa berupa transfer bank, gift card, atau kripto. Saat uang diminta, biasanya hubungan emosional sudah cukup kuat sehingga korban sulit menolak.
Cara melindung diri
Supaya kamu terhindar dari penipuan berkedok asmara, ada beberapa cara yang dapat dilakukan yaitu:
- Jangan kirim uang kepada orang yang belum pernah kamu temui langsung
- Waspadai hubungan yang terasa terlalu cepat dan terlalu intens
- Cek foto profil dengan pencarian gambar terbalik
- Jangan membagikan data pribadi di awal percakapan
- Batasi informasi pribadi yang tersebar di internet
