TopCareer.id – Studi menyebut bahwa permintaan dan rekrutmen untuk pekerja dengan skill kecerdasan buatan (AI) meningkat drastis. Namun, hal ini bukan berarti keahlian lain akan tergantikan.
Laporan terbaru Upwork mencatat, permintaan akan keahlian terkait AI meningkat lebih dari dua kali lipat dalam setahun terakhir. Sebagai perbandingan, keahlian tinggi lainnya hanya tumbuh 23 persen.
Menurut Gabby Burlacu, peneliti utama laporan Upwork tersebut, AI sudah merambah ke berbagai bidang termasuk teknis, kreatif, operasional, dan lain-lain, ujar Gabby Burlacu.
Dikutip dari CNBC Make It, Kamis (19/2/2026), keahlian dengan pertumbuhan tercepat dalam setahun terakhir menurut Upwork adalah:
- Pembuatan dan pengeditan video AI (desain dan kreatif): meningkat 329 persen
- Integrasi AI (coding dan pengembangan web): meningkat 178 persen
- Anotasi dan pelabelan data AI (sains data dan analitik): meningkat 154 persen
- Manajemen e-commerce (layanan pelanggan dan admin): meningkat 130 persen
- Pembuatan dan pengeditan gambar AI (desain dan kreatif): meningkat 95 persen
Baca Juga: Tren Rekrutmen 2026: AI Jadi Standar Baru, Talenta Global Kian Diburu
Namun, AI tidak menghilangkan permintaan akan keahlian lain yang tetap kuat selama bertahun-tahun. Skill yang paling banyak diinvestasikan oleh perusahaan bervariasi di enam kategori kerja utama, yaitu:
Akuntansi (pekerjaan akuntansi dan konsultasi)
- Full stack development (coding dan pengembangan web)
- Virtual assistance (layanan pelanggan dan dukungan admin)
- Data analytics (sains data dan analitik)
- Graphic design (desain dan kreatif)
- Social media marketing (penjualan dan pemasaran)
“Kami melihat bahwa keahlian dalam menerapkan AI pada domain yang sudah ada inilah yang sebenarnya mengalami lonjakan permintaan,” kata Burlacu.
Menurut Upwork, rekrutmen untuk keterampilan yang “konon bisa dilakukan oleh AI” seperti editing video, gambar, atau ilustrasi, tidak mengalami penurunan.
Meski begitu, bisnis sekarang lebih sering mencari orang yang tahu cara menjalankan pekerjaan-pekerjaan tersebut menggunakan alat bantu AI.
“Pemikiran konvensional mungkin menganggap kita bisa membuat logo di ChatGPT dalam sekejap,” kata Burlacu.
Namun, menurut mereka, skill seperti desain logo dan ilustrasi tetap menjadi keahlian yang paling dicari oleh bisnis di Upwork selama setahun terakhir.
Data lain menunjukkan bahwa perusahaan fokus pada perekrutan di luar pengetahuan AI dan lebih menghargai “keahlian manusia”.
Baca Juga: Era Baru Rekrutmen Pekerja, AI Mulai Ambil Peran Penting
Sekitar setengah dari pemimpin bisnis menyatakan bersedia membayar lebih mahal untuk kandidat yang menunjukkan kreativitas dan inovasi.
Menurut Burlacu, permintaan yang berkelanjutan terhadap bakat manusia adalah pengakuan bahwa AI tidak dapat bekerja tanpa keahlian, penilaian, dan kreativitas manusia.
“Hasil dari AI saja tidak akan membawa Anda terlalu jauh,” ujarnya.
Dia pun menyarankan para pekerja yang merasa sulit memahami dampak AI terhadap pekerjaannya, tidak begitu saja meninggalkan keahlian utamanya.
Sebaliknya, tingkatkan keterampilan agar dapat memanfaatkan AI dalam membantu memberikan hasil kerja yang berbeda dan lebih baik. Menurut Upwork, hal inilah yang sebenarnya dicari para pimpinan bisnis.













