TopCareer.id – Internet bisa jadi tempat yang berbahaya bagi remaja. Karena itu, menjadi tanggung jawab orang tua untuk menjadikan dunia digital menjadi lingkungan yang aman untuk anak-anaknya.
Dengan semakin banyaknya media sosial yang memiliki fitur keamanan bagi anak dan remaja, orang tua pun kini bisa memastikan keamanan anaknya tanpa harus membuka semua isi chat atau berdebat soal screen time.
Berni Moestafa, Kepala Kebijakan Publik untuk Meta di Indonesia, membagikan beberapa tips mudah agar remaja tetap aman di internet:
Tetap kepo dengan dunia remaja
Bagi banyak remaja, media sosial jadi tempat untuk mencari hobi, belajar hal baru, dan bergabung dengan komunitas yang disukainya.
Orang tua mungkin kurang memahami kreator favoritnya atau jokes yang dilontarkan. Namun, Anda tetap bisa mengajak mereka berdiskusi tentang apa yang mereka sukai di dunia maya.
“Dari situ, mereka biasanya lebih terbuka untuk menceritakan apa yang mereka lakukan di internet,” kata Berni, mengutip siaran pers, Sabtu (21/2/2026).
Baca Juga: Jangan Banyak Begadang! Kurang Tidur Bisa Picu Obesitas pada Remaja
Jadikan diskusi sebagai komunikasi dua arah yang hangat
Penting bagi orang tua untuk mampu membangun kepercayaan. Ini sama pentingnya dengan mengaktifkan fitur-fitur keamanan di media sosial.
Berbicara dari hati ke hati juga membantu Anda dan anak remaja memiliki ekspektasi yang sama.
Untuk itu, tanyakan beberapa hal ini ke remaja di keluarga Anda:
- “Apa yang paling mereka suka saat online?”
- “Apa yang sebaiknya mereka lakukan jika menerima pesan dari orang asing?”
- “Kapan waktu yang tepat untuk istirahat dari main gadget?”
Membicarakan topik-topik ini dengan santai dan jujur bisa berdampak positif dan menjadikan orang tua lebih dekat anak remaja.
Pakai fitur perlindungan bawaan yang sudah otomatis aktif
Saat remaja menggunakan media sosial Instagram, Facebook, atau Messenger, akun mereka akan otomatis masuk ke Akun Remaja yang dilengkapi perlindungan dan fitur keamanan penting yang sudah aktif secara otomatis.
Ini berarti, orang asing tidak bisa mengirimkan pesan ke remaja Anda. Selain itu, hanya teman mereka yang bisa memberikan tag.
Konten yang tidak sesuai usia juga akan tersaring otomatis. Bahkan, gambar yang mencurigakan di Direct Message (DM) bisa diburamkan secara otomatis.
Fitur-fitur ini berlaku untuk semua remaja di bawah 18 tahun. Sementara untuk Remaja di bawah usia 16 tahun, mereka perlu izin orang tua untuk mengubah pengaturan ini.
Baca Juga: Instagram Luncurkan Akun Remaja di Indonesia, Bawa Fitur Perlindungan Khusus
Berikan screen time yang ideal
Orang tua bisa memanfaatkan fitur screen time yang disematkan di media sosial milik Meta.
Setiap harinya, remaja akan mendapat pengingat untuk beristirahat setelah bermain di media sosial selama 60 menit. Setelah itu, Mode Tidur akan aktif otomatis mulai pukul 22.00 sampai 07.00.
Fitur ini juga akan mematikan suara notifikasi serta mengirim balasan otomatis. Untuk pengaturan yang lebih ketat, Anda bisa menggunakan fitur pengawasan orang tua.
Dengan begitu, orang tua bisa mengatur batas waktu harian atau memblokir akses di waktu-waktu tertentu, seperti ketika anak sedang mengerjakan PR, makan bersama, atau saat tidur di malam hari.
Jaga komunikasi tetap terbuka
Orang tua perlu terus mengikuti perkembangan supaya tetap bisa berdiskusi dengan remaja soal penggunaan internet. Apa yang dibahas saat mereka berusia 13, belum tentu menjawab kebutuhan mereka di usia 16.
Karena dunia berubah begitu cepat, komunikasi di rumah juga seharusnya menyesuaikan perkembangannya.












