LifestyleTren

Jangan Remehkan Kantuk Sesaat, Microsleep Mengintai di Jalan Mudik

TopCareer.id – Pengendara mobil atau kendaraan pribadi wajib waspada dengan risiko microsleep dan highway hypnosis saat mudik.

Highway hypnosis adalah kondisi saat seseorang seperti berada dalam keadaan setengah sadar akibat situasi berkendara yang terlalu monoton.

Sementara itu, microsleep adalah episode singkat hilangnya kesadaran atau perhatian yang biasanya berlangsung hanya beberapa detik.

Kedua kondisi ini bisa terjadi saat berkendara jarak jauh melewati jalan yang lurus dan monoton, yang malah bisa memicu kelelahan mental.

Dede Nasrullah, dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menjelaskan, microsleep kerap terjadi saat seseorang sudah merasa sangat mengantuk dan tiba-tiba tertidur dalam waktu singkat.

Baca Juga: Kemnaker Cek K3 Awak Angkutan Umum Mudik 2026

Sementara, gejala highway hypnosis antara lain rasa kantuk, menurunnya konsentrasi, pikiran terasa kosong atau linglung, waktu terasa berjalan lebih lambat, serta kelopak mata terasa berat atau sering berkedip.

Mengutip laman resmi Umsura, Jumat (20/3/2026), ada beberapa cara yang bisa dilakukan pengemudi supaya tetap fokus di perjalanan mudik dan mengurangi risiko microsleep atau highway hypnosis.

Pertama, jaga komunikasi dengan penumpang. Percakapan ringan bisa membantu pengemudi tetap terjaga dan mengurangi rasa bosan saat perjalanan jauh.

Kedua, istirahatlah secara berkala. Perjalanan panjang yang monoton dapat membuat tubuh dan otak cepat lelah. Pengemudi pun disarankan untuk berhenti sejenak dan beristirahat jika sudah terlalu lama menyetir.

Baca Juga: 3 Langkah Penting Amankan Listrik Sebelum Mudik

Ketiga, konsumsilah kafein saat mulai mengantuk. Minuman berkafein bisa membantu meningkatkan fokus dan konsentrasi. Pengemudi juga dapat mengonsumsi camilan ringan atau mengunyah permen untuk mengurangi rasa bosan.

Keempat, jangan makan terlalu kenyang sebelum berkendara, karena dapat memicu rasa kantuk.

Kelima, sesekali alihkan pandangan ke luar kendaraan dengan tetap menjaga kewaspadaan agar pikiran tidak terlalu jenuh selama perjalanan.

Keenam, hindari alkohol, obat-obatan, atau zat lain yang dapat memengaruhi kemampuan mengemudi.

“Yang tidak kalah penting adalah memastikan waktu tidur cukup, sekitar tujuh hingga sembilan jam, agar tubuh tetap segar dan siap menjalani perjalanan jauh,” pungkas Dede.

Banner Loker

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button