Tren

1 Juta Sarjana Pengangguran, Alarm buat Sistem Pendidikan Nasional

Dampak terhadap perekonomian

Menurut laporan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), sekitar 8 juta lulusan S1 di Indonesia tercatat bekerja di bawah tingkat pendidikannya.

Dua kelompok terbesar dengan pekerja yang overeducated menurut laporan tersebut adalah tenaga tata usaha (31 persen), serta tenaga usaha jasa dan penjualan (29 persen).

Agus menegaskan, tingginya pengangguran tidak hanya berimbas negatif pada pasar tenaga kerja, tapi juga dapat mengganggu ketahanan ekonomi nasional.

Pendapatan yang rendah akan membuat masyarakat sulit menabung, sementara ketergantungan terhadap pembiayaan konsumtif terus meningkat.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, outstanding pinjaman online legal mencapai Rp 105,14 triliun pada Juni 2026 atau meningkat 25,88 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Saya kira ini menjadi peringatan serius betapa bahayanya jika konsumsi dibiayai dengan utang,” kata Agus.

Rendahnya kemampuan pembentukan kapital melalui tabungan dan melonjaknya kredit konsumtif lewat pinjol bisa jadi ancaman jangka panjang bagi perekonomian nasional, apalagi saat penduduk usia produktif bergeser menjadi lansia.

Previous page 1 2 3Next page
Banner Loker

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button