ASEAN Foundation Bidik 1,7 Juta Siswa dan Pendidik Kuasai Skill AI

TopCareer.id – Seiring makin luasnya penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di dunia pendidikan dan dunia kerja ASEAN, kemampuan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab dan efektif jadi semakin penting bagi pendidik dan siswa.
Hal inilah yang jadi alasan ASEAN Foundation akan membekali lebih dari 1,7 juta siswa, guru sekolah K–12, serta dosen dan tenaga pengajar perguruan tinggi dengan keterampilan AI praktis melalui AI Ready ASEAN Powered by AI Opportunity Fund: Asia-Pacific.
Program regional ini akan berlangsung hingga akhir 2028 dan memperoleh dukungan resmi usai diperkenalkan dalam Sesi Terbuka Pertemuan Pejabat Senior ASEAN untuk Pendidikan atau ASEAN Senior Officials Meeting on Education (SOM-ED) ke-21.
Piti Srisangnam, Direktur Eksekutif ASEAN Foundation mengatakan, program ini akan membekali para pendidik dan siswa dengan keterampilan untuk mengintegrasikan AI ke kegiatan mengajar, belajar, penelitian, dan persiapan memasuki dunia kerja.
Baca Juga: Riset: Siswa Indonesia Lebih Gercep Pakai AI Ketimbang Guru dan Ortu
“Fase 1 menunjukkan bahwa generasi muda, pendidik, dan masyarakat ASEAN siap memanfaatkan AI apabila mereka diberikan perangkat dan dukungan yang tepat,” kata Piti, mengutip siaran pers, Rabu (30/9/2026).
Pada Fase 2 yang kini didukung AI Opportunity Fund: Asia-Pacific, fokusnya bukan hanya pada meningkatkan kesadaran tentang AI, tetapi juga membekali sistem pendidikan di kawasan ini dengan keterampilan AI yang praktis.
“Dengan demikian, para guru dan siswa dapat menggunakan AI secara bertanggung jawab dan percaya diri, sekaligus mempersiapkan tenaga kerja masa depan di kawasan,” imbuh Piti.
ASEAN Foundation sendiri akan bekerja sama dengan Mitra Pelaksana Lokal (Local Implementing Partners/LIPs) dari berbagai Negara Anggota ASEAN, yang memenuhi kualifikasi dan berminat untuk berpartisipasi.
Para mitra tersebut akan mendukung pengembangan kurikulum yang disesuaikan dengan konteks lokal serta penyelenggaraan pelatihan AI terapan bagi guru jenjang K–12, mahasiswa, dan dosen.
Baca Juga: AI Ubah Cara Kerja, Pekerja dan ASN Harus Bersiap
ASEAN Foundation juga akan menggandeng kementerian pendidikan di masing-masing Negara ASEAN, untuk memastikan pelaksanaannya selaras dengan prioritas nasional di bidang AI dan pendidikan, serta melengkapi berbagai inisiatif yang telah ada.
Koordinasi ini juga akan membantu mengidentifikasi konteks nasional yang relevan, memfasilitasi keterlibatan institusi pendidikan dan penerima manfaat, serta memperkuat kepemilikan pemerintah terhadap program tersebut.
Marija Ralic, Kepala Google.org Asia Pasifik mengatakan, literasi AI kini jadi salah satu keterampilan dasar, dan para pendidik punya peran dalam memastikan peserta didik di Asia Tenggara bisa memakai teknologi ini secara bertanggung jawab dan efektif.
“Google.org bangga dapat terus mendukung ASEAN Foundation dalam membawa AI Ready ASEAN melangkah lebih jauh, dari peningkatan kesadaran menuju pelatihan terapan yang lebih mendalam dan akan memberikan manfaat bagi jutaan siswa di seluruh kawasan,” ujarnya.



