Alvin Tedjo, Keturunan Indonesia yang Terpilih Jadi Wali Kota Mississauga Kanada
TopCareer.id – Nama Alvin Tedjo tengah ramai dibicarakan warganet Indonesia, usai terpilih sebagai Wali Kota Mississauga, Kanada. Sosoknya banyak diperbincangkan karena memiliki darah Indonesia.
Alvin Tedjo mengalahkan petahana Carolyn Parrish dan mantan wali kota Bonie Crombie dalam pemilihan daerah.
Dilansir CBC, dikutip Rabu (28/10/2026), Tedjo meraih 74.479 suara atau 39,2 persen, unggul atas Parrish yang memperoleh 51.853 suara (27,3 persen) dan Crombie dengan 43.191 suara (22,7 persen).
“Tidak diragukan lagi, berdiri di sini sebagai wali kota Mississauga berikutnya merupakan kehormatan terbesar dalam hidup saya. Ini adalah tanggung jawab besar yang tidak saya anggap remeh,” kata Tedjo.
Mengutip berbagai sumber, Tedjo lahir dari orang tua yang pindah dari Indonesia dan menetap di Mississauga ketika dirinya berusia 4 tahun.
“Saya melihat banyak tantangan dan kesulitan yang muncul dari pengalaman sebagai imigran,” katanya dalam sebuah podcast pada 2025, seperti dikutip dari The Star.
Ia mengatakan, orang tuanya mengajarkan prinsip: “Jika melihat sesuatu yang salah, lakukan sesuatu untuk memperbaikinya.”
Saat duduk di bangku sekolah menengah, Tedjo pernah menjabat sebagai Student Council President dan menjadi anggota komite penasihat pemuda wali kota.
Ia pernah bertemu Wali Kota Mississauga kala itu, Hazel McCallion, pada pertengahan 1990-an ketika menerima penghargaan sebagai Young Citizen of the Year atau Warga Muda Teladan Tahun Ini.
“Terjunlah ke dunia politik, anak muda,” kata McCallion kepadanya, menurut Tedjo.
Alvin Tedjo diketahui pernah mencalonkan diri dalam pemilihan legislatif provinsi pada pada 2018 di daerah pemilihan Oakville North-Burlington. Ia menempati posisi ketiga.
Setahun kemudian, ia mengikuti pemilihan ketua Partai Liberal Ontario pada 2019 dan akhirnya hanya memperoleh 2,7 persen suara.
Baca Juga: Karhutla RI Disorot Leonardo DiCaprio: 5 Juta Orang Terpapar Asap
Saat itu, Tedjo mengatakan dia berkampanye demi anak-anaknya, “dan semua orang lain di provinsi ini yang mengkhawatirkan masa depan.”
Menurut Tedjo, masyarakat saat ini menghadapi perubahan dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya, baik dalam hal iklim, ekonomi, maupun sistem pendidikan.
“Dampak nyatanya bisa kita lihat setiap minggu, sementara pemerintah ini sama sekali tidak siap menghadapinya,” kata Tedjo kepada Toronto Star saat itu.
Tedjo juga pernah mencalonkan diri sebagai Wali Kota Mississauga pada 2024, tetapi menempati di posisi kedua di bawah Parrish.
Tedjo pernah bekerja sebagai penasehat dan staf politik di Kementerian Perguruan Tinggi dan Universitas Ontario. Dia lalu menghabiskan empat tahun di bidang hubungan pemerintahan di Sheridan College.
Setelah itu, ia memimpin strategi dan komunikasi di Toronto Metropolitan University.
Tedjo kemudian terpilih sebagai anggota Dewan Kota Mississauga pada 2022. Parrish dan Crombie sama-sama menyebutnya sebagai anggota dewan yang sangat baik.
Namun, keduanya juga menilai Tedjo belum memiliki pengalaman yang cukup untuk memimpin kota tersebut. Merespon ini, dirinya pun mengatakan bakal membuktikannya ketika terpilih.
“Saya akan bilang, lihat saja nanti,” ujar Tedjo kepada Toronto Star selama masa kampanye. “Ada begitu banyak pemimpin hebat di luar sana yang pernah menduduki jabatan seperti ini dan mampu menjalankannya dengan baik.”
Baca Juga: Dari Salon Sederhana hingga Sariayu, Jejak Martha Tilaar di Industri Kecantikan Indonesia
Tedjo pun mengakui langkahnya meninggalkan kursi anggota dewan kota yang memiliki kemungkinan lebih aman, untuk maju pemilihan wali kota, bukanlah keputusan mudah.
Dalam jajak pendapat Liaison di pertengahan Agustus, Tedjo hanya memperoleh dukungan 9 persen dari seluruh pemilih, serta 12 persen dari pemilih yang sudah menentukan pilihan atau cenderung memilih kandidat tertentu.
Hasil tersebut menempatkannya di posisi keempat, tertinggal jauh dari Parrish dan Crombie.
Namun, dukungan pada kampanyenya mulai meningkat pesat pada akhir September dan awal Oktober. Ia memperoleh dukungan dari serikat pekerja kepolisian Peel, sebuah dukungan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Tedjo juga memilih tidak memihak ketika Parrish dan Crombie terlibat adu argumen sengit dalam debat pada 1 Oktober.
Memasuki pekan pertama Oktober, selisih dukungan Tedjo dengan Parrish dan Crombie di antara pemilih yang telah menentukan pilihan maupun yang cenderung memilih kandidat tertentu hanya beberapa poin persentase.
Pada Senin, 26 Oktober 2026, waktu setempat Tedjo akhirnya memenangkan pemilihan wali kota Mississauga.
Soal kehidupan pribadinya, Tedjo dan sang istri, Rebecca, memiliki tiga orang anak.



