3 Tips Jaga Data Pribadi Saat Melamar Kerja Online
TopCareer.id – Di tengah tingginya penggunaan platform lowongan kerja untuk mencari dan melamar kerja, pencari kerja juga wajib menjaga data-data pribadinya.
Jobstreet by SEEK pun mengingatkan bahwa keamanan data perlu diperhatikan sejak pencari kerja menyiapkan profil dan CV, selama berkomunikasi dengan perekrut, hingga perusahaan menyimpan dan mengelola informasi kandidat.
Perusahaan perlu memastikan proses dan akses terhadap data kandidat dikelola secara hati-hati, sementara pencari kerja juga perlu memahami informasi apa yang aman untuk dibagikan serta cara melindungi akun dan perangkat mereka.
Pada perusahaan, kebocoran data bisa berdampak pada privasi kandidat, kepercayaan pada perusahaan, kelancaran proses rekrutmen, serta kewajiban perusahaan dalam memenuhi ketentuan perlindungan data yang berlaku.
“Akun perekrut yang tidak terlindungi juga dapat menjadi pintu masuk bagi akses yang tidak sah terhadap sistem dan informasi internal,” kata Jobstreet melalui keterangan tertulis, dikutip Senin (26/10/2026).
Baca Juga: Serangan Scam Call di Indonesia Naik 3 Kali Lipat
Dari sisi pencari kerja, CV dan profil yang memuat informasi berlebihan seperti alamat rumah lengkap, nomor identitas, tanggal lahir lengkap, nomor rekening, atau data kontak pihak lain, lebih berisiko dimanfaatkan.
Informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk rekayasa sosial, pengambilalihan akun, maupun penyalahgunaan identitas.
“Karena itu, pencari kerja perlu memperlakukan jejak digital sebagai bagian dari aset profesional yang harus dijaga,” kata Jobstreet.
Tips menjaga data pribadi saat melamar kerja online
Jobstreet by SEEK pun membagikan tiga tips yang harus dilakukan pencari kerja, untuk menjaga data dirinya tetap aman saat melamar kerja secara daring.
1. Minimalisasi data
Sebelum mengunggah CV atau profil ke ruang digital, periksa kembali informasi yang tercantum.
Hindari memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor rekening, alamat rumah lengkap, tanggal lahir lengkap, atau informasi sensitif lain yang tidak diperlukan dalam tahap awal rekrutmen.
Untuk alamat, pencari kerja dapat mencantumkan kota atau wilayah domisili. Pastikan juga untuk memperoleh izin sebelum mencantumkan informasi kontak referensi.
Pencari kerja juga disarankan membagikan CV melalui kanal resmi dan platform tepercaya seperti Jobstreet by SEEK, bukan menyebarkannya secara terbuka di media sosial atau situs publik tanpa kebutuhan yang jelas.
Selain itu, simpan versi CV yang berbeda sesuai kebutuhan, sehingga informasi yang dibagikan tetap proporsional dengan tujuan penggunaannya.
Baca Juga: Tips Aman Pakai AI Buat Bantu Bikin CV
2. Perkuat keamanan akun
Aktifkan autentikasi multi-faktor (MFA) pada email dan akun karier yang menyediakan fitur tersebut.
Gunakan kata sandi yang kuat dan unik untuk setiap akun, serta pertimbangkan memakai password manager agar kredensial lebih muda dikelola dengan aman. Fitur passkey juga dapat digunakan apabila tersedia pada layanan yang digunakan.
Waspadai penggunaan password yang sama di beberapa platform. Apabila satu akun terekspos, penggunaan ulang kata sandi dapat meningkatkan risiko terhadap akun lain.
3. Amankan perangkat dan jaringan
Banyak kandidat melamar kerja saat berada di kafe atau ruang publik. Namun, hindari mengirimkan lamaran atau login ke portal karier memakai jaringan wifi publik yang tidak dienkripsi, karena sangat rentan pencegatan data.
Jika perlu melakukan aktivitas rekrutmen dari tempat umum, gunakan jaringan pribadi atau koneksi yang lebih aman. Selain itu, pastikan browser perangkatmu selalu diperbarui untuk menutup celah untuk peretasan.
Pertimbangkan juga memakai alamat email khusus untuk aktivitas melamar kerja, sehingga membantu memisahkan komunikasi rekrutmen dari akun utama dan memudahkan pemantauan terhadap aktivitas yang tidak biasa.


