TopCareer.id – Sejumlah wilayah di Kalimantan tengah dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kabut asap yang ditimbulkan dari bencana tersebut pun disebut telah terbawa hingga negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
Asap kebakaran hutan sendiri berbahaya bagi manusia. Tidak hanya mengganggu aktivitas, ada dampak kesehatan dan risiko yang tinggi bagi beberapa kelompok rentan.
Mengutp IQAir, menghirup asap sangat berbahaya karena seseorang mungkin tidak menunjukkan gejala hingga 24 sampai 48 jam setelah terpapar. Namun, 50 smapai 80 persen kematian akibat kebakaran disebabkan oleh menghirup asap.
Menghirup asap merusak tubuh dengan satu atau kedua cara yaitu dengan mengurangi pasokan oksigen ke tubuh dan/atau melalui iritasi materi partikulat.
Asap kebakaran hutan sendiri sering mengandung uap air, materi partikulat, mineral jejak, karbon dioksida, karbon monoksida, serta oksida nitrogen.
Kandungan lainnya bisa termasuk hidrokarbon dan senyawa oksida nitrogen yang berkontribusi terhadap peningkatan kadar ozon (O3), senyawa organik volatil (VOC), termasuk akrolein dan formaldehida (iritan pernapasan yang kuat).
Selain itu, partikel halus (PM2.5) dan ultrahalus yang kerap terkandung dalam asap kebakaran hutan dapat terserap langsung ke dalam aliran darah dan mencapai organ atau bagian tubuh mana pun.
Baca Juga: Ancaman Karbon Monoksida Saat Kebakaran, Kenali Pertolongan Pertamanya
Ada beberapa kelompok berisiko tinggi yang harus waspada terhadap asap kebakaran hutan yaitu anak-anak, ibu hamil, lansia, serta orang dengan masalah pernapasan dan penyakit jantung.
Anak-anak, ibu hamil, orang dewasa yang lebih tua, dan orang-orang dengan kondisi pernapasan dan kardiovaskular yang sudah ada sebelumnya mungkin mengalami gejala yang lebih parah dan merasa lebih sulit bernapas.
Sebuah studi tahun 2020 di majalah Science juga mencatat bahwa mikroorganisme, seperti bakteri dan spora jamur, merupakan sebagian dari materi partikulat yang ditemukan dalam asap.
Studi tersebut berteori bahwa penyakit menular dapat menyebar ketika bakteri dan jamur menjadi bagian dari komposisi partikulat asap.
Tips lindungi diri dari asap karhutla
Untuk itu, ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan jika berada dalam situasi terdampak asap karhutla.
- Jaga udara di rumah tetap bersih
Jaga jendela dan pintu tetap tertutup rapat serta tutup semua bukaan ke luar, termasuk ventilasi, untuk membantu mencegah asap dari luar masuk.
Jika menggunakan AC, pastikan mengaturnya ke mode resirkulasi dan menutup saluran masuk udara segar. Selain itu, saring udara saat memventilasi ruangan.
Pembersih udara untuk asap kebakaran hutan membantu menghilangkan partikel asap dari semua ukuran hingga 0,003 mikron dari udara dalam ruangan dan membantu mengendalikan kadar ozon.
Ini sangat penting jika Anda tinggal di daerah perkotaan yang berada di arah bawah angin (bahkan cukup jauh) dari kebakaran hutan.
- Sebisa mungkin tetap berada di dalam ruangan
Tips ini efektif jika bangunan tempatmu berada dapat mencegah udara luar masuk ke dalam.
Namun, jika kamu terpaksa bepergian dengan mobil untuk meninggalkan atau mengevakuasi area yang terdampak asap, gunakan pembersih udara mobil untuk membantu menjaga udara dalam kendaraan tetap bersih.
Kamu juga dapat menggunakan pembersih udara pribadi portabel untuk mendapatkan udara bersih di tempat tanpa sistem filtrasi udara lainnya.
- Kenakan masker saat berada di luar ruangan
Pakailah masker polusi udara dengan peringkat N95, KN95, N100, atau FFP2 agar efektif.
Baca Juga: 5 Langkah Cegah Kebakaran Akibat Korsleting Listrik
- Hindari aktivitas yang semakin mencemari udara dalam ruangan
Hindari menyalakan lilin, memakai perapian, atau menyedot debu kecuali kamu memiliki vacuum cleaner HEPA berkinerja tinggi. Jika tidak, semua aktivitas ini dapat menjadi sumber tambahan polutan udara dalam ruangan.
- Pantau kualitas udara dalam ruangan
Gunakan monitor kualitas udara untuk melacak kadar polutan dalam ruangan seperti PM2.5 dan CO2 yang berasal dari asap dan sumber polusi dalam ruangan lainnya.
Jika polutan udara dalam ruangan semakin berbahaya, nyalakan pembersih udara, alirkan udara segar lewat sistem HVAC, atau tinggalkan rumah sementara jika udara dalam ruangan tidak aman untuk dihirup atau rumah terancam kebakaran hutan.
- Gunakan aplikasi pemantau kualitas udara
Aplikasi AirVisual menampilkan data hiperlokal waktu nyata dari lebih dari 80.000 sensor di seluruh dunia. Aplikasi juga melacak hingga enam polutan utama kebakaran hutan, seperti PM2.5, CO2, dan NO2.
Ini membantu kamu mendapatkan gambaran tentang kualitas udara lokal selama kebakaran hutan dan dapat mengambil tindakan untuk membantu melindungi kesehatan.



