Sosok

Profil Mukhtarudin, Menteri P2MI Baru yang Gantikan Abdul Kadir Karding

Mukhtarudin menjadi Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI/BP2MI), menggantikan Abdul Kadir Karding. (Dok: Kementerian P2MI)

TopCareer.id – Presiden Prabowo Subianto melantik Mukhtarudin sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI/BP2MI), menggantikan Abdul Kadir Karding.

Dalam pernyataannya, Mukhtarudin menyatakan bakal mendukung penuh visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Asta Cita Presiden Prabowo harus kita sukseskan dan laksanakan sebaik mungkin karena tugas berat ke depan terkait dengan tenaga kerja migran, PR yang cukup harus kita perhatikan,” kata Mukhtarudin, mengutip keterangan tertulis, Selasa (9/9/2025).

Ia menyebut ada beberapa tantangan besar dalam perlindungan pekerja migran mulai dari peningkatan kesejahteraan, jaminan keselamatan, hingga pemberdayaan di negara tujuan.

Mukhtarudin pun mengatakan kementeriannya akan fokus pada penguatan regulasi, peningkatan kualitas pelatihan kerja, serta memperluas kerja sama internasional demi memastikan hak-hak pekerja migran terpenuhi.

Salah satu rencana strategis adalah memperluas akses pasar kerja luar negeri bagi pekerja migran Indonesia, sekaligus menjamin perlindungan hukum dan sosial yang lebih kuat.

“Kita akan dorong digitalisasi layanan untuk mempermudah proses penempatan dan pemantauan pekerja migran, serta memperkuat koordinasi dengan negara tujuan,” ujarnya.

Profil Menteri P2MI Baru Mukhtarudin

Mukhtarudin adalah politikus Partai Golkar yang sebelum dilantik sebagai Menteri P2MI, duduk sebagai anggota Komisi XII DPR untuk masa jabatan 2019-2025 dapil Kalimantan Tengah.

Ia sendiri merupakan kelahiran Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, 6 September 1964.

Mukhtarudin menempuh pendidikan di di SDN 2 Pangkalan Bun , SMP 1 Pangkalan Bun, SMA 1 Pangkalan Bun, dan terakhir S1 Fisipol jurusan administrasi Negara di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Dia pernah menjadi staf pengajar (dosen) di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nusantara, yang kini sudah menjadi Universitas Antakusuma Pangkalan Bun.

Di Lembaga Eksekutif, Mukhtarudin pernah berkarier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sejak 1990 dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Bidang Promosi pada Badan Penanaman Modal Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat.

Baca Juga: Kemampuan Bahasa Masih Jadi Tantangan Pekerja Migran di Jepang

Pada 2002, dia mundur sebagai ASN dan terjun ke politik, serta menjadi pengusaha. Ia terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2004-2009 hasil Pemilu Legislatif 2004 dari Partai Golkar.

Di partai tersebut, dia pernah menjadi Wakil Ketua DPD II partai Golkar Kotawaringin Barat, lalu wakil ketua DPD II partai Golkar Kotawaringin Barat (2003-2008), Wakil Ketua Pokja Kehutanan dan Lingkungan Hidup DPP Partai Golkar (2005–2009).

Mukhtarudin juga pernah menjadi Wakil Ketua Sub Evaluasi dan Perencanaan Bappilu DPP Partai Golkar (2008), Wakil Koordinator Bappilu Provinsi Kalimantan Tengah DPP Partai Golkar (2008), Anggota Departemen PP Wilayah Kalimantan DPP Partai Golkar (2009–2014), serta Wakil Ketua Korbid Penanganan Pemilu Jawa dan Kalimantan (2018).

Jabatan lain yang pernah dia pegang yaitu Koordinator Bappilu Wilayah Kalimantan Tengah DPP Partai Golkar (2019–2024) dan Ketua Bidang Penanganan Bencana Alam dan Sosial DPP Partai Golkar (2019–2024).

Baca Juga: VIDEO: Banyak Tantangan, Jadi Pekerja Migran di Hong Kong Tak Jamin Bikin Kaya

Pada Pemilu Legislatif Tahun 2019 dia kembali terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024.

Tahun 2019-2021, Mukhtarudin duduk di Komisi VI yang membidangi Perdagangan, Koperasi UKM, BUMN, Investasi, dan Standarisasi Nasional.

Lalu pada 2021-2024 ia di Komisi VII yang membidangi Energi, Riset dan Teknologi, dan Perindustrian. Dia juga menjadi Anggota Badan Anggaran DPR RI-AKD (Alat Kelengkapan Dewan).

Pada Pemilu Legislatif 2024, Mukhtarudin kembali terpilih sebagai anggota DPR RI dan menempati Komisi XII yang membidangi sektor energi, sumber daya mineral, lingkungan hidup, serta investasi.

Pada Senin, 8 September 2025, ia dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri P2MI menggantikan Abdul Kadir Karding.

Leave a Reply