Tren

Program Magang dan Pelatihan Vokasi Berlanjut di Semester II 2026

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (22/6/2026). (Dok: Kementerian Ketenagakerjaan)

TopCareer.id – Pemerintah akan melanjutkan program magang dan vokasi di semester II tahun 2026, sebagi bagian dari Paket Stimulus Ekonomi Triwulan II dan Semester II tahun 2026.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers terkait Stimulus Ekonomi Q2 dan Semester II-2026 di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (22/6/2026).

Mengutip laman Kemenko Perekonomian, Program Magang Nasional tahap II akan dimulai pada Juli 2026 dengan alokasi anggaran sebesar Rp 4,14 triliun dan menyasar 150.000 peserta fresh graduate perguruan tinggi.

Sementara untuk pelatihan vokasi, disiapkan anggaran Rp 2,12 triliun untuk mendanai program-program peningkatan keterampilan dan kompetensi ketenagakerjaan.

Target prioritas program difokuskan pada 220.000 lulusan SMK, serta perlindungan bagi 50.000 pekerja yang terdampak PHK agar mendapatkan jembatan keterampilan baru untuk kembali ke dunia kerja.

“Program magang dan vokasi ini kita akan dorong untuk dilaksanakan di paruh kedua semester kedua sehingga ini menjadi penggerak daripada perekonomian di masyarakat,” kata Airlangga, mengutip siaran pers Kemnaker.

Baca Juga: Magang Harus Jadi Ruang Belajar, Bukan Cari Pekerja Murah

Menurut Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli, Program Magang Nasional 2025 (MagangHub) menunjukkan hasil positif.

Dalam pelaksanaannya, program ini menjaring 102,6 ribu peserta dari 370,5 ribu pendaftar yang ditempatkan pada 8.048 perusahaan dan instansi pemerintah di seluruh Indonesia.

Peserta mendapat uang saku setara upah minimum, perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), pendampingan mentor, dan kesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi BNSP.

Berdasarkan survei terhadap 65.245 peserta, 84,26 persen menyatakan puas atau sangat puas terhadap Program Magang Nasional.

Dari sisi manfaat ekonomi, 67,13 persen responden menyatakan program tersebut membantu atau sangat membantu kondisi ekonomi peserta dan keluarganya.

Survei terhadap 7.217 perusahaan dan instansi penyelenggara magang juga menunjukkan hasil positif, dengan 84,13 persen menyatakan puas atau sangat puas terhadap kontribusi peserta magang.

“Ini hasil yang menurut kami cukup positif sebagai feedback kita untuk pelaksanaan magang di angkatan II,” kata Yassierli.

Baca Juga: Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi buat Peserta MagangHub Batch 2

Berdasarkan penilaian 22.297 mentor, 65,55 persen peserta mengalami peningkatan kompetensi teknis yang signifikan selama mengikuti program.

Yassierli juga mengklaim penilaian menunjukkan peningkatan kemampuan komunikasi, kerja sama tim, pemecahan masalah, berpikir kritis, adaptabilitas, hingga keterampilan teknis sesuai bidang pekerjaan.

“Rata-rata skor kompetensi peserta meningkat dari 3,77 menjadi 4,19 berdasarkan penilaian peserta, serta dari 3,33 menjadi 3,66 berdasarkan penilaian mentor,” kata Menaker.

Sementara, sektor keuangan jadi penyerap terbesar peserta magang yang memperoleh penawaran kerja, diikuti perdagangan besar dan industri pengolahan.

Sektor kesehatan, teknologi informasi dan komunikasi, jasa administrasi, serta akomodasi juga aktif merekrut lulusan program magang.

“Ini sekaligus sebagai janji kami dari Kementerian Ketenagakerjaan secara transparan menyampaikan hasil evaluasi. Ini sudah dari 85 persen data peserta magang,” pungkas Yassierli.

Leave a Reply