Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Juli 27, 2021
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Tak Diterima Kerja, Bagaimana Mengatasi Penolakan?

TOPCAREER.ID Hidup tidak selalu berisi cerita indah. Terkadang ada penolakan-penolakan yang harus kita lalui. Misalnya, kamu sudah begitu berharap diterima kerja di perusahaan favorit yang jadi incaranmu sejak lama. Proses rekrutmen di perusahaan itu juga sudah kamu jalani. Kamu sudah melalui tes wawancara, tes keahlian, hingga psikotes.

Tapi apa daya, nasib mengatakan kamu belum berjodoh bekerja di sana. Kamu ditolak. Jika menemukan kenyataan itu, bagaimana sebaiknya kamu bersikap? Apakah penolakan itu akhir dari dunia?

Nyatanya enggak juga. Kalau diatasi dengan benar, momen penolakan itu bisa jadi titik balik untuk kamu berubah jadi lebih baik, loh! Berikut cara ampuh untuk mengatasi rasa penolakan kamu seperti dikutip dari Kalibrr.

Jadikan alat untuk berubah lebih baik
Saat penolakan itu datang, itu artinya ada motivasi yang bisa kamu dapat untuk menjadi lebih baik lagi di masa mendatang. So, kenapa enggak kamu coba manfaatkan momen penolakanmu sebagai motivasi untuk jadi lebih baik?

Jangan denial, akui saja penolakannya
Ketika kita ditolak, kita selalu menyangkal, seolah itu nggak pernah terjadi. Alasannya? Gengsi! Padahal, dengan mengakuinya, kamu bisa lebih tenang dan membuka pikiranmu untuk memperbaiki kekurangan.

Jadikan penolakan sebagai guru terbaikmu
Penolakan itu selalu bisa jadi guru terbaik. Satu penolakan, pasti menawarkan pengalaman, dan dalam setiap pengalaman pasti ada jalan untuk berimprovisasi bukan? Well, selamat datang pada kesempatan baru!

Santai aja, itu kan kata mereka, bukan dirimu
Kamu pasti percaya kalau setiap orang punya opini mereka masing-masing. Kalau begitu, buat apa diambil pusing? Ditolak itu bukan berarti kamu buruk, bisa saja hanya kurang sesuai dengan visi dan misi mereka. Lebih baik dengarkan apa yang menurut kamu benar dan terus interospeksi.*

the authorAde Irwansyah

Tinggalkan Balasan