Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Juli 31, 2021
redaksi@topcareer.id
Ibu Kota PindahTren

Ini Kata ASN Soal Pemindahan Ibu Kota Negara

Topcareer.id – Terdapat sekitar 180 ribu ASN di pemerintahan pusat yang bakal pindah ke ibu kota baru di Kalimantan Timur. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin belum lama ini mengungkapkan bahwa yang akan pindah ke ibu kota baru hanyalah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di kantor pusat. Bukan ASN yang bertugas di daerah atau di DKI Jakarta.

“Yang akan pindah itu ASN yang bertugas di lembaga kementerian pusat, bukan yang di daerah, bukan yang tugas di DKI dan sebagainya. Kita sudah data, yang berada di kementerian lembaga dan badan itu yang di tingkat pusat itu jumlahnya 180 ribu ASN,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa para ASN harus siap ditempatkan dimanapun karena mereka terikat kontrak yang telah mereka tandatangani saat mereka menjadi ASN.

“ASN sudah ada kontrak dengan negara. Di mana pun tempatnya akan siap. Sudah tertuang di undang-undang dan PP (Peraturan Pemerintah)-nya,” ujar Syafruddin saat konferensi pers di Kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Menanggapi hal ini, beberapa ASN yang sempat ditemui Topcareer.id mengatakan akan siap bila harus pindah ke ibukota yang baru. Yusuf salah satu ASN yang sehari-harinya berkantor di lingkungan Kementerian Perhubungan menanggapi positif.

“Pada dasarnya memang kita harus siap mbak. Karena sebelum kita menjadi ASN kita tandatangan pernyataan bahwa memang kita harus siap ditempatkan di mana saja. Dan sebagai pelayan masyarakat ya memang sudah kewajiban kita demikian. Terutama ASN pemerintah pusat” tuturnya saat ditemui di kantornya, Kamis (28/8/2019)

Hal senada juga diungkapkan Kiki yang telah mengabdikan dirinya sebagai ASN selama dua belas tahun. “Harus siap mbak, karena itu sudah menjadi perjanjian di awal penerimaan CPNS.” ungkap Kiki yang juga bertugas di lingkungan Kementerian Perhubungan.*

the authorRetno Wulandari

Tinggalkan Balasan