Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Juli 27, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Maskapai Penerbangan Akan Diam-diam Ukur Berat Badan Penumpang

Topcareer.id Demi mengurangi beban pesawat jet, setiap penumpang maskapai penerbangan akan ditimbang berat badannya sebelum naik ke pesawat. Itulah wacana yang kini mengemuka di Inggris.

Menimbang berat badan setiap penumpang pesawat bisa meningkatkan keselamatan dan mengurangi resiko kecelakaan pesawat dari kelebihan beban. Maskapai penerbangan saat ini menggunakan sistem asumsi massa. Sistem ini memperkirakan berat badan standar seseorang berada pada berat 88Kg. Tapi dengan mempertimbangkan perbedaan gender angkanya bisa ditetapkan 93Kg untuk pria dan 75Kg untuk wanita.

Jika pesawat membawa beban di bawah massa yang diasumsikan maka pesawat bisa menghemat konsumsi bahan bakar. Untuk pesawat besar berat penumpang jarang sekali ditimbang, kecuali pesawat kecil yang memang harus benar-benar mempertimbangkan beban yang dibawanya.

Aturan tentang penumpang yang memiliki berat badan yang berlebihan sebetulnya bermanfaat bagi maskapai penerbangan. Gunanya untuk mengetahui beban yang dibawanya sehingga lebih aman dalam menjaga keseimbangan selama penerbangan. Pilot pun tidak memerlukan bidang kendali sekunder seperti trim tambahan. Namun penolakan dari hampir seluruh penumpang membuat sistem ini tidak berjalan.

Melansir independent.co.uk Nick Brasier (Chief Operating Officer) dari perusahaan start-up Berkshire, Fuel Matrix telah membuat cara bagaimana penumpang dapat ditimbang secara diam-diam. Nick menjelaskan masih banyak maskapai penerbangan yang mengurusi soal mengurangi barang yang dibawa penumpang dalam bagasinya.

Nick tidak menyarankan penumpang untuk berdiri di atas timbangan, tetapi bandara bisa membuat pressure pad pada tempat penumpang berdiri di area peletakan barang untuk masuk melalui layar sensor. Sebelum penumpang masuk, sistemnya akan bertanya apakah Anda berdiri diatas pressure pad dan penumpang men-tap layar untuk menjawab “iya” maka informasi beratnya bisa dicatat oleh sistem dan dikirim secara rahasia kepada maskapai penerbangan.

Dari informasi tersebut kapten pilot pesawat bisa bekerjasama dengan tim untuk menghitung dan menentukan jumlah bahan bakar yang tepat untuk terbang. Sistem pressure pad bisa diletakkan di sekitar area pemindaian tubuh yang jarang disadari oleh orang saat menginjaknya.

Data yang masukpun hanya untuk keperluan penerbangan dan akan dimusnahkan setelah penumpang tiba di tujuan. Menurut Nick penghematan tambahan dapat dilakukan dengan cara mengalokasikan penumpang yang kelebihan berat badan di kursi yanh optimal untuk memastikan keseimabngan pesawat.

Fuel matrix kini sedang berdiskusi kembali dengan sejumlah maskapai internasional mengenai penerapan penimbangan berat badan tersebut. Beberapa negara sudah menjalaninya seperti Uzbekistan Airways yang sejak 2015 menerapkan sistem ini, Finnair dari Finlandia sejak 2017 dan para penumpangnya dengan sukarela menjalankan metode ini, dan Hawaiian Airlines sejak 2017 juga sudah mewajibkan seluruh penumpangnya untuk menjalankan sistem ini.*

Editor: Ade Irwansyah

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan