Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Minggu, Agustus 1, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Trik Kelola Stres ala Motivator Teguh Eko Priyantanto

Topcareer.id Stres karena pekerjaan jangan didiamkan atau disepelekan. Setiap orang akan berbeda-beda mengelola stres. Tapi perlu diingat dalam mengelola stres, cara komunikasi menjadi hal yang penting. Lalu apa lagi tips kelola stres di kantor?

Menurut motivator dan trainer, Teguh Eko Priyantanto dalam acara Office To Office Bersama Sido Muncul Sari Kunyit, stres bisa diobati dengan hal yang solutif, salah satunya memperbaiki cara komunikasi.

“Ada komunikasi pasif. Yang kedua ada komunikasi agresif yang main semprot aja, belum apa-apa sudah marah-marah, asal semprot. Nah terakhir, komunikasi asertif, mencari solusi,” kata Teguh memaparkan soal bagaimana mengelola stres di tempat kerja.

Ia mencontohkan, komunikasi pasif dianggap tak bisa menyelesaikan masalah stres di kantor lantaran ada konflik dengan rekan kerja atau pimpinan. Begitu juga dengan komunikasi agresif yang malah menimbulkan efek buruk lainnya. Cara komunikasi asertiflah yang dinilai bisa “bikin adem” semua pihak.

Saran Teguh selanjutnya dalam mengelola stres di kantor, yakni coba buat skala prioritas dalam list tugas. Saat tugas banyak, tapi tak ada skala prioritas, semua dikerjakan seperti robot, maka siap-siap untuk dilanda stres.

“Lalu membaca, mendengar, melihat yang positif sehingga akan membuat kita positif. Meja kerja yang rapi juga bisa menimalisir stres. Jangan menunda, apa yang bisa dilakukan saat ini maka lakukan,” ucap Teguh.

Trik selanjutnya adalah berikan afirmasi pada diri sendiri. Katakan sesuatu yang positif di pagi hari, tak perlu panjang-panjang. “Saya sukses semangat,” Teguh mencontohkan.

Melakukan olahraga ringan pun membantu menurunkan atau mencegah stres. Teguh menyarankan, tidak perlu sampai fitness. Cukup lakukan olahraga kecil saja. “Selanjutnya, mendengarkan musik, cukup 30 menit. Istirahat secukupnya.”

Teguh juga memberikan masukan untuk bisa menjadi individu yang adaptif alias mudah meyesuaikan diri di manapun. Karena, kata dia, pribadi yang adaptif ini cenderung minim mengalami stres.

“Sementara, orang yang kaku, susah bergaul, susah cari teman, itu stres tinggi. Terakhir jangan lupa selalu bersyukur.”*

Editor: Ade Irwansyah

Tinggalkan Balasan