Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Monday, September 16, 2019
redaksi@topcareer.id
Profesional

Ini Rahasia Jadi Public Speaker Jempolan

Views

Topcareer.id Menjadi public speaker memang bisa dilakukan oleh semua orang, tapi menjadi publik speaker yang mampu menguasai situasi perlu banyak belajar dan jam terbang. Apalagi ada teknik-teknik yang harus dipelajari untuk menjadi public speaker yang jempolan.

Motivator sekaligus trainer, Teguh Eko Priyantanto mengatakan, penguasaan teknik dalam public speaking memang penting, tapi penguasaan situasi juga jadi hal yang tak kalah penting. Ketika public speaker hanya mengandalkan teknik saja, maka materi yang disampaikan tak bisa terdistribusi dengan baik.

“Orang boleh menguasai teknik karena dalam public speaking yang dikuasai itu, pertama teknik, kedua audience, ketiga materi, keempat itu situasi. Keempat unsur itu boleh dia kuasai, tapi yang paling penting adalah bagaimana membuat situasi,” kata Teguh kepada TopCareer.id.

Ketika teknik dikuasai dengan baik, tapi tak mampu membaca dan membuat situasi tampak menarik, maka materi yang disampaikan menguap begitu saja. Ada kalanya situasi itu dibangun semeriah mungkin, tapi ada kalanya diarahkan menjadi lebih fokus.

Menurut Teguh, banyak unsur yang mendukung suksesnya public speaker dalam menyampaikan pesan dengan baik. Semua itu bisa dilatih, dipelajari, dan juga bergantung pada jam terbangnya.

“Orang yang berbicara di depan umum, tapi dia menguasai ilmunya atau tidak. Misal seperti ilmu suara, bagaimana menguasai suara, kan ada tekniknya. Ngomong terus 1 jam 2 jam dalam sehari beberapa kali, tanpa capek tanpa merasa ‘Kok suaranya gini?’ Itu ada ilmunya,” ujar Teguh menjelaskan.

“Atau bagaimana menjaga mood, itu harus latihan. Jam terbang tak bisa dipungkiri.”

Persiapan khusus lainnya yang diperlukan seorang public speaker, yakni terkait dengan materi yang jelas. Sebagai seorang trainer, durasi penyampaian materi juga dibagi menjadi beberapa porsi. Ada porsi untuk ice breaking, ada opening, closing, juga penyampaian materi.

Namun, yang ia tekankan adalah keberanian untuk berbicara di depan banyak orang. “Yang paling penting adalah berani, keberanian untuk tampil. Boleh ngomong di depan siapapun, situasi berbeda-beda, tapi rendah hati untuk menerima masukan.”*

Editor: Ade Irwansyah

hildailhamil@gmail.com'

Leave a Reply