Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Monday, September 16, 2019
redaksi@topcareer.id
Profesional

Mau Jadi Game Tester? Camkan Ini: Tidak Selamanya Asyik

Views

Topcareer.id Menjadi game tester alias penguji game mungkin jadi salah satu pekerjaan idaman para gamer. Hampir berbagai game dicoba mengetahui bugs atau kesalahan yang ada di dalamnya. Nah, untuk menguji jaminan kualitas, para game tester ini harus menguji setiap kombinasi secara menyeluruh.

Kira-kira butuh waktu berapa lama seorang game tester menyelesaikan pekerjaannya? Bayangkan jika game yang diuji merupakan game pertempuran, ini berarti setiap karakter harus menghadapi setiap karakter lain, di setiap level.

Dalam laman Gamedesigning.org lebih lanjut menjabarkan, jika kamu memiliki permainan pertempuran dengan 12 karakter, dan setiap karakter harus bertarung dengan setiap karakter lain, kamu berbicara tentang 144 pertandingan.

Tetapi, pasti ada lebih dari satu level, jadi kamu perlu melakukan 144 pertarungan di setiap peta. Jadi jika ada lima peta, kamu harus siap untuk 720 perkelahian.

Tak bisa pilih game kesukaan

Mungkin terdengar menyenangkan, bermain melalui game pertempuran seribu kali jika kamu benar-benar menyukainya. Kamu mungkin membayangkan game favorit. Apakah itu marvel vs capcom? Dead or Alive? Mortal Kombat?

Apa yang terjadi ketika kamu terjebak dengan Kung Fu Panda: Showdown of Legendary Legends? Game yang tidak akan kamu mainkan, tapi ini biasanya masih perlu diuji! Bisakah kamu mengumpulkan tekad untuk menginvestasikan ratusan jam untuk menguji permainan seperti Kung Fu Panda?

Kenyataannya sangat jarang bisa benar-benar memilih game yang akan digarap. Dalam beberapa kasus, kamu akan beruntung dan mendapatkan yang bagus. Namun, lebih sering, kamu akan terjebak bermain game yang tidak terlalu disukai.

Alih-alih, kamu akan diberi bagian tertentu dari game, dan kamu harus mengipasi setiap aspek dari jendelanya yang sempit. Ini akan menjadi tugas Anda untuk memastikan bahwa 10 persen dari permainan kamu bekerja 100 persen.

Pengujian quality assurance (QA) adalah “bermain game” seperti halnya editing dalam film ya tentu dengan menonton film. Banyak pengulangan yang membuat frustrasi. Kamu bisa menguji area permainan yang sama selama berbulan-bulan!

Pengulangan ini bakal diperparah lebih lanjut karena untuk mencatat bug. Kamu harus mengingat kembali di mana saja letak kesalahan game. Kamu harus dapat membuat road map bug secara rinci sehingga developer dapat membuat ulang bug di ujungnya, dan semoga memperbaiki masalahnya.*

Editor: Ade Irwansyah

hildailhamil@gmail.com'

Leave a Reply