Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, Agustus 2, 2021
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Ingin Rebut Hati Bos? Begini Caranya

Topcareer.id Ya, siapapun tahu membangun hubungan baik dengan atasan jadi hal dasar di tiap pekerjaan, bahkan kunci keberhasilan karier. Tapi banyak yang belum tahu bagaimana “merebut hati” si bos biar bisa dilirik.

Disayang bos banyak manfaatnya. Kamu bakal lebih ia percaya untuk mengerjakan proyek-proyek besar, yang ujungnya bakal membantu banget perkembangan kariermu. Dengan hubungan yang baik, bos juga akan berada di depan membelamu bila terjadi konflik di kantor. Sebab ia tak mau kehilangan bawahan yang ia sayang.

Meski demikian, merebut hati bos bukan berarti kamu selalu cari muka di setiap kesempatan padanya. Selain kamu bakal dimusuhi rekan kantor, bos juga tahu mana yang tulus dan mana yang sekadar cari muka.

Nah, berikut beberapa tips untuk “mengelola” dengan cara yang cerdas seperti ditulis oleh Marie G. McIntyre, sebagai pembicara dan pelatih soal karier dalam laman CNBC.

Terima fakta bahwa bosmu punya kekuasaan

Mungkin kamu merasa manajermu sekarang tidak memiliki pengetahuan, pengalaman, atau kemampuan kepemimpinan. Ya, mungkin kamu benar. Namun dia masih memiliki kekuatan lebih darimu dan karena itu dapat mempengaruhi pekerjaanmu dalam banyak hal. Ketika kamu melihat bos sebagai mitra, bukan musuh, pekerjaan cenderung jauh lebih menyenangkan.

Jangan mengharapkan kesempurnaan

“Sebagian besar dari kita memiliki ekspektasi irasional bahwa bos kita harus melakukan segalanya dengan benar. Tetapi manajer hanyalah orang-orang, dengan berbagai keanehan, eksentrisitas, dan kelemahan yang tak ada habisnya,” tulis McIntyre.

Jadi, jika manajermu saat ini senang bekerja sama, rayakan! Tetapi jika tidak, cobalah untuk menurunkan ekspektasi.

Pelajari gaya kerja atasan dan lakukan segala upaya untuk beradaptasi

Apakah manajermu fokus pada gambaran besar atau detail? Apakah dia lebih suka berkomunikasi secara tertulis atau secara langsung? Apakah dia suka mengobrol atau to the point? Salah satu kunci kesuksesan adalah kemampuan untuk beradaptasi dengan berbagai gaya kepemimpinan.

Tanyakan tentang harapannya

Jika kamu tidak yakin seberapa banyak informasi yang diinginkan atasan atau kapan akan melibatkannya dalam rapat, ambil inisiatif untuk mengetahuinya. Sebagian besar manajer senang mendiskusikan prioritas dan preferensi mereka, sehingga mengejutkan betapa sedikit orang yang bertanya.

Cobalah untuk membuat atasan terlihat baik

Jika kamu membantu manajer mengesankan para atasan, ia dapat membalas budi dengan mendukung kariermu. Tetapi mengkritik atau mengoreksi atasan di depan umum kemungkinan memiliki efek sebaliknya.

Jangan pernah mengeluh tentang atasan ke teman-teman

Meskipun berbagi dengan rekan-rekan tepercaya diharapkan bisa membantu, tapi stres tentang atasan yang diumbar dapat membunuh karier.

“Jika kamu tak tahan untuk melampiaskan, jauhkan diri dari selentingan kantor saat berbicara dengan teman yang mendukung atau menemukan terapis yang kompeten.”

Berikan atasan pujian tulus

Kamu pasti dapat menemukan kualitas yang layak dipuji dari atasanmu. Manajer biasanya mendengar lebih banyak keluhan daripada pujian, sehingga umpan balik positif selalu disambut. Tetapi mengekspresikan penghargaan tidak sama dengan menjilat, jadi tetaplah “tulus.”*

Editor: Ade Irwansyah

Tinggalkan Balasan