Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Friday, November 15, 2019
redaksi@topcareer.id
Sekolah

Bekraf Gelar Sertifikasi untuk Pekerja Film di Akatara 2019

Topcareer.id – Untuk pertama kalinya, melalui Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan Regulasi, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyelenggarakan Fasilitasi Sertifikasi Profesi Bidang Produksi Film. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat-Sabtu (20-21/9/2019) di The Sultan Hotel, Jakarta, bertepatan dengan penyelenggaraan Akatara 2019.

Dalam sambutannya, Kepala Bekraf Triawan Munaf sempat menjelaskan secara singkat mengenai Akatara kepada para peserta sertifikasi. “Tiga hari ini (19-21 September 2019) kita menyelenggarakan sebuah acara tahunan dari Bekraf, namanya Akatara. Awalnya acara ini dikhususkan untuk para sineas yang punya ide, gagasan, dan mimpi untuk membuat film tapi tak punya biaya. Kami mempertemukan mereka dengan orang yang memiliki dana. Alhamdulillah kita sebagai mak comblang berhasil mengawinkan banyak pihak untuk membuat film,” kata Triawan.

Akatara 2019 memang menjadi momentum Bekraf menyelenggarakan sertifikasi khusus untuk para pekerja film. Diakui oleh Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi Bekraf Ari Juliano Gema, kegiatan ini sudah dipersiapkan dan ditunggu-tunggu sejak lama.

“Ini merupakan kegiatan yang paling kami tunggu-tunggu, karena film merupakan salah satu subsektor prioritas yang pertumbuhan ekonominya paling tinggi dibandingkan yang lain. Hal ini merupakan perkembangan yang sangat positif sekali,” ujar Ari.

Industri film memang sedang dalam masa keemasan untuk tumbuh berkembang di Indonesia. Sejak Bekraf berhasil mengeluarkan subsektor film dari Daftar Negatif Investasi pada akhir 2015, pertumbuhan industri film semakin melesat. Pada 2016, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat subsektor film, animasi, dan video mengalami pertumbuhan hingga 10,09%.

“Semakin banyaknya produksi film, untuk mencari tenaga ahli dalam membuat film cukup sulit saat ini. Untuk itulah Bekraf mengadakan sertifikasi bagi para tenaga ahli di bidang film. Kami berkomitmen untuk mendukung perfilman nasional menjadi ujung tombak ekonomi kreatif sebagai tulang punggung perekonomian nasional,” ujar Ari.

Fasilitasi Sertifikasi Profesi Bidang Produksi Film ini adalah hasil kerja sama Bekraf dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Kreator Film dan Televisi. Ada empat pilihan skema uji sertifikasi, yakni tata artistik film, tata kamera film, tata suara film, dan editing film. Salah satu peserta uji sertifikasi tata kamera film asal Jakarta, Hero Ferry, mengapresiasi Bekraf yang menyelenggarakan acara ini.

“Acara ini sangat penting dan berguna sekali untuk para profesional yang bergerak di bidang perfilman. Dengan adanya sertifikasi ini, membuktikan bahwa profesi kita itu legal dan punya kredit. Harapannya, semoga Bekraf sering menyelenggarakan program seperti ini karena membantu ketenagakerjaan para profesional di bidang film agar lebih dihargai lagi,” ujar Hero yang merupakan lulusan Akademi Sinematografi Institut Kesenian Jakarta.

the authorRetno Wulandari

Leave a Reply