Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Thursday, November 21, 2019
redaksi@topcareer.id
Profesional

Magang Tak Dibayar? Ini Efek Negatifnya

Topcareer.id – Kamu berstatus mahasiswa atau pelajar SMK yang tengah magang di sebuah perusahaan? Apa perusahaan tempatmu magang memberi bayaran untuk hasil kerjamu? Kamu beruntung kalau dibayar untuk pekerjaan yang kamu lakukan selama magang. Sebab, banyak perusahaan yang tak membayar upah pada mahasiswa atau pelajar yang tengah magang.

Perusahaan mungkin berpikir, dalam perkara magang, yang membutuhkan adalah si anak magang. Mereka butuh pengalaman praktek kerja lapangan sebagai syarat kelulusan. Padahal, perusahaan tentu juga merasakan manfaat kehadiran anak magang. Berkat anak magang, misalnya, beban pekerjaan jadi berkurang.

Nah, magang yang tidak dibayar ternyata memiliki dampak negatif yang berkaitan dengan karier di masa depan si anak magang, lho. Meskipun magang adalah salah satu jalan anak muda mengenal dunia kerja.

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh National Association of Colleges and Employers, berikut beberapa dampak negatif dari magang yang tidak dibayar.

Belum tentu lanjut dibayar

Pengusaha yang tak memberikan bayaran pada tenaga intern tidak mungkin mengonversinya menjadi karyawan yang dibayar. Jadi, magang tanpa bayaran tidak dijamin oleh perusahaan tersebut, atau bahkan perusahaan yang berbeda.

Menghambat karier

Magang tanpa dibayar dinilai bisa menghambat karier masa depan. Kerja magang tanpa dibayar dapat melukai kesempatan untuk mencari pekerjaan segera setelah kuliah. Terkadang malah membuatmu keluar dari bidang terkait hingga sembilan bulan setelah lulus.

Tentunya bekerja tanpa menghasilkan uang

Melakukan magang tanpa bayaran berarti kamu harus siap bekerja tanpa menghasilkan uang. Jika kamu sedang memiliki pinjaman untuk melunasi utang lain, bekerja gratis mungkin bukan pilihan yang tepat untukmu.

Penelitian lainnya yang dilakukan oleh Dr Angus Holford dari Lembaga Penelitian Sosial dan Ekonomi di University of Essex, mereka yang berasal dari latar belakang kurang beruntung sering dipaksa untuk mengambil pekerjaan tanpa bayaran karena terbatasnya tawaran pekerjaan.

 “Saya berharap beberapa orang akan menemukan magang yang memungkinkan mereka melakukan pekerjaan yang benar-benar ingin mereka lakukan dan yang akan memiliki pengembalian pasar kerja yang besar,” ucap Holford dalam laman The Guardian.

Tetapi, lanjut Holford, sayangnya rata-rata magang yang diambil tidak langsung mengarah ke pekerjaan di profesi yang  diinginkan atau profesi yang dilakukan ketika magang.

Studi ini juga menemukan bahwa mereka yang mengambil magang cenderung kurang memiliki ambisi untuk menuju peran profesional atau manajerial atau puas dengan karier mereka dibandingkan dengan mereka yang telah langsung bekerja. *

Editor: Ade Irwansyah

hildailhamil@gmail.com'

Leave a Reply