Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Thursday, October 24, 2019
redaksi@topcareer.id
Sosok

Jadi Kardinal Bukan Cita – Cita Ignasius Suharyo

Views

Topcareer.id – Uskup Agung Jakarta, Mgr Ignatius Suharyo resmi dilantik sebagai Kardinal oleh Paus Fransiskus di Gereja Basilika St Petrus, Vatikan, Italia bersama 12 Kardinal dari negara-negara lain, Sabtu (5/10/2019) waktu setempat.

Dengan pelantikannya, Mgr suharyo menjadi uskup Indonesia ketiga yang mendapat kehormatan sebagai Kardinal. Setelah para pendahulunya mendiang Justinus Darmojuwono (mantan Uskup Agung Semarang) dan Julius Riyadi Darmaatmadja yang telah emeritus (mantan Uskup Agung Semarang dan Uskup Agung Jakarta).

Prosesi pelantikan Mgr Ignatius Suharyo sebaga Kardinal oleh Paus Fransiskus di Gereja Basilika St Petrus, Vatikan, Italia, Sabtu (5/10/2019), Foto: Istimewa

Seperti Kardinal Darmojuwono, Ignatius Suharyo juga menjabat sebagai ordinaris militer Indonesia, pemimpin Gereja Katolik yang melayani anggota Tentara Nasional Indonesia beserta keluarganya.

Ignasius Kardinal Suharyo berfoto bersama kuria Keuskupan Agung Jakarta, Foto: Istimewa

Dalam wawancara dengan media beberapa waktu yang lalu Mgr Suharyo mengungkapkan, menjadi uskup bahkan kardinal bukanlah cita-citanya. Ia hanya ingin menjadi pastor paroki.

“Cita-cita saya kan jadi pastor paroki. Artinya melayani umat secara langsung.” kata Ignatius.

Meski begitu sebagai imam yang taat kepada Gereja Katolik dan Sri Paus, uskup berusia 69 tahun ini siap menerima perutusan dari Paus. Jabatan Kardinal atau Pangeran Gereja adalah jabatan istimewa, karena memiliki hak untuk dipilih atau pun memilih Paus.

Ignasius Kardinal Suharyo (jubah merah) bersama Sekjen KWI, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC (jubah ungu),
Foto: Istimewa


Lebih lanjut Mgr Suharyo mengungkapkan Kardinal merupakan kedudukan kehormatan yang tidak fungsional di daerah atau negara yang dimaksud. Oleh karena itu, penunjukkan dirinya menjadi kardinal merupakan penghargaan terhadap Gereja Katolik Indonesia dan penghargaan terhadap NKRI.

Paus Fransiskus melantik Mgr Ignasius Suharyo menjadi Kardinal, Foto: Istimewa

“Jadi bukan penghormatan pribadi, tetapi penghormatan untuk Gereja Katolik di Indonesia dan bangsa kita tercinta Indonesia,” ungkap Mgr Suharyo.

Sementara itu dalam hukum Gereja Katolik, seorang pastor memang tidak boleh bercita-cita menjadi Uskup, Kardinal dan Paus karena seorang pastor hanya boleh melayani umat bukan mengejar jabatan.

“Spirit seorang pastor tidak boleh mengejar jabatan. Spiritnya adalah melayani umat” kata mantan Sekretaris Eksekutif Komisi Komsos KWI, RD Kamilus Pantus.

the authorRetno Wulandari

Leave a Reply