Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Saturday, November 23, 2019
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Bahaya Kesehatan Mengintai Saat Terjebak Macet Tiap Hari

Topcareer.id – Kemacetan memang menyebalkan. Selain bikin kesal, terjebak kemacetan yang terus diakumulasi ternyata bisa menimbulkan berbagai macam penyakit berbahaya.

Seorang psikolog di California, Melanie Greenberg mengatakan satu kemacetan dalam satu minggu memang tidak akan membunuh.

Namun, jika kemacetan itu harus kamu hadapi di kehidupan sehari-hari, bukan cuma seminggu dua minggu, itu yang berbahaya.

“Kerumitan ini dapat berdampak besar pada kesehatan fisik dan kesejahteraan, terutama ketika mereka berakumulasi dan kita tidak punya waktu untuk pulih dari satu masalah sebelum yang lain menyerang kita,” kata Melanie Greenberg dalam laman Washington Post.

Demensia siap mengintai

Sebuah studi memperkirakan, satu dari 10 kasus Alzheimer di daerah perkotaan dapat dikaitkan dengan seringnya hidup di tengah lalu lintas yang padat, meskipun penelitian berhenti menunjukkan bahwa paparan asap knalpot menyebabkan neurodegeneration.

Hong Chen, ilmuwan yang memimpin pekerjaan di Public Health Ontario mengatakan, peningkatan pertumbuhan penduduk dan urbanisasi telah menempatkan banyak orang dekat dengan lalu lintas yang padat, dan tingkat demensia yang berkembang,

“Bahkan efek sederhana dari berada di dekat jalan bisa menimbulkan beban kesehatan masyarakat yang besar,” seperti dikutip dari The Guardian.

Studi terbaru, yang diterbitkan The Lancet, menemukan bahwa mereka yang tinggal paling dekat dengan arteri lalu lintas utama, 12 persen lebih mungkin didiagnosis dengan demensi.

Penyakit Jantung

Para peneliti dari Department of Internal Medicine di University Medical Center Mainz dari Johannes Gutenberg University di Jerman mendapat bukti terbaru dari hubungan antara penyakit jantung dan kebisingan lingkungan. Studi yang diteliti menyelidiki bagaimana efek kebisingan nonauditory dapat berdampak pada sistem kardiovaskular.

Selain itu, mereka meninjau studi tentang efek kebisingan pada sistem saraf. Mereka menyelidiki efek buruk kebisingan pada hewan maupun manusia.

Dari bukti yang dievaluasi dalam tinjauan, respon stres dalam sistem saraf dibuat aktif oleh paparan kebisingan. Respon stres mendorong lonjakan hormon, yang merusak pembuluh darah.

Para penulis juga menghubungkan kebisingan dengan stres oksidatif, ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas, ketidakmampuan tubuh untuk membatalkan efeknya, masalah dengan pembuluh darah, sistem saraf, hingga metabolisme.

Editor: Feby Ferdian

hildailhamil@gmail.com'

Leave a Reply