Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Friday, November 15, 2019
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Review Gemini Man: Saat Ang Lee Menyia-nyiakan Teknologi

TopCareer.id – Entah apa yang dipikirkan Ang Lee sampai mau menggarap Gemini Man tanpa memastikan naskahnya tertulis dengan baik terlebih dahulu.

Sebagai sutradara visioner, pembuat Crouching Tiger, Hidden Dragon dan Brokeback Mountain yang meraih Oscar, Gemini Man bisa dibilang adalah karya terlemah yang pernah dia buat. Bahkan jauh lebih lemah dari The Hulk yang banyak dicela itu.

Proyek Gemini Man sendiri sebenarnya sudah ‘dikandung’ sejak 1997 silam, namun baru mulai terealisasi setelah hak naskahnya dibeli Skydance dari tangan Disney pada Oktober 2017.

Di tangan Skydance, naskah kemudian dipercayakan kepada Billy Ray (Overlord), Darren Lemke (Jack the Giant Slayer), dan David Benioff yang di pertengahan tahun kemarin banyak dihujat akibat musim terakhir Game of Thrones.

Gemini Man. Copyright: Skydance/Paramount Pictures
Gemini Man menyuguhkan pertemuan antara dua Will Smith di ranah action. Sumber foto: Skydance/Paramount Pictures

Sinopsis

Dibintangi oleh Will Smith dan (satu lagi) Will Smith, Gemini Man kurang lebih bercerita tentang Henry Brogan (Will Smith), pembunuh bayaran yang bekerja untuk Defense Intelligence Agent (DIA), sebuah organisasi pertahanan pemerintah Amerika.

Brogan memutuskan pensiun setelah misi terakhirnya. Ia kemudian harus berhadapan dengan Jackson Brogan yang dikirim untuk membunuhnya. Seperti yang dilihat di trailer-nya, Brogan ternyata adalah versi muda Henry.

Dari sinopsisnya, Gemini Man jelas bukan suguhan baru di Hollywood. Rasanya ada beberapa judul film yang pernah memakai tema kloning manusia. Semua itu diperparah dengan skenario yang lemah dan seolah kebingungan oleh ceritanya sendiri.

Teknologi HFR

Gemini Man menonjolkan HFR (high frame rate) yang mencapai 120 frame per detik, serta teknologi De-Aging yang dipakai untuk membuat Will Smith terlihat 25 tahun lebih muda.

Meskipun visual di hampir semua adegan terlihat keren untuk dijadikan wallpaper di layar komputer, kejernihan gambarnya justru malah jadi bumerang bagi atmosfir filmnya.

Andai saja tidak dibantu oleh musik scoring dari Lorne Balfe, sudah pasti kita akan capek untuk mencoba larut ke dalam ceritanya.

Gambaran teknologi De-Aging di film Gemini Man. Sumber foto: flyfm.com
Gambaran teknologi De-Aging di film Gemini Man. Sumber foto: flyfm.com

Selain itu, teknologi de-aging yang dipakai untuk Will Smith versi muda juga ternyata tak sebagus yang digembar-gemborkan.

Dalam beberapa adegan, teknologinya terlihat kedodoran. Bahkan kalah bagus dengan yang dipakai Samuel L. Jackson di film Captain Marvel.

Pada akhirnya, Gemini Man hanya terasa seperti penyia-nyiaan teknologi. Film ini mungkin memiliki beberapa adegan seru serta visualisasi yang memanjakan mata, tetapi tak mampu menutupi segala kelemahannya.

Sungguh teramat disayangkan, Ang Lee. *

Editor: Ade Irwansyah

feby@gmail.com'
the authorFeby Ferdian

Leave a Reply