Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Monday, November 18, 2019
redaksi@topcareer.id
Profesional

Jenis Kandidat yang Sebaiknya Tidak Diterima Bekerja

Ilustrasi. Sumber foto: jobisjob.co.ukIlustrasi. Sumber foto: jobisjob.co.uk

Topcareer.id – Ketika menerima karyawan baru, Perusahaan harus jeli memperhatikan detail kandidat. Sesi wawancara harus dimanfaatkan untuk menggali lebih dalam gambaran tentang seorang kandidat, sekaligus membantu manajer menyingkirkan kandidat yang tidak sesuai.

Melansir agencyalacarte.com, Jumat (08/11/2019) ,berikut jenis orang yang sebaiknya tidak diterima bekerja oleh perusahaan.

  • Kandidat yang bertanya tentang kebijakan liburan
    Ketika kandidat sudah merasa khawatir tentang waktu istirahat sejak wawancara pertama, mereka sudah mempersiapkan keinginan untuk sering meninggalkan kantor. Jangan mempekerjakan orang yang lebih memikirkan istirahat daripada menawarkan hal terbaik bagi perusahaan.
  • Kandidat yang bertele-tele
    Jika kandidat selalu memberi respon dengan terlalu panjang berbelit dan tanpa akhir, ini menunjukkan personality kandidat yang bertele-tele. Orang yang bertele-tele cenderung tidak produktif dalam bekerja.
  • Kandidat yang rumit
    Jangan mempekerjakan seorang kandidat yang selalu memaksa pewawancara untuk menjelaskan atas jawaban “iya” atau “tidak” dari pertanyaan yang dilontarkannya dalam sebuah wawancara. Orang seperti ini cenderung suka membuat rumit keadaan.
  • Profesional yang berlebihan
    Meskipun kandidat memberi tahu betapa hebatnya mereka, mereka sebenarnya hanya menceritakan kembali apa isi CV yang mereka buat. Jika mereka mencoba melebih-lebihkan prestasinya yang tercantum di CV, sebaiknya tinggalkan aplikasi mereka. Perusahaan tidak membutuhkan seorang pembual atau berlebihan.
  • Kandidat yang tidak siap
    Jika mereka tidak mengenal baik perusahaan yang mereka lamar, hanya meninjau pengalaman mereka sendiri, dan menyiapkan jawaban singkat tentang bagaimana mereka akan cocok dengan perusahaan baru. Cukup berterima kasih kepada mereka dan keluarkan mereka dari daftar kandidat yang akan diterima.
  • Kandidat yang memeriksa smartphone selama wawancara
    Saat wawancara kerja, tidak ada yang lebih penting daripada perusahaan dan pewawancara yang dilamar. Kandidat yang mengutamakan merespon smartphonenya dianggap tidak menghargai dan tidak memiliki fokus yang tepat.
  • Kandidat yang menyalahkan orang lain atas kegagalan mereka
    Setiap orang pernah gagal. Mereka yang tidak berusaha cukup keras dan menyalahkan kegagalan pada bos lama atau kolega sebelumnya bukanlah orang yang tepat untuk mendapat pekerjaan. Mereka yang suka menyalahkan orang lain tidak akan bisa memberi tahu bagaimana kegagalan menjadi pelajaran yang bisa mereka terapkan di kemudian hari.

Editor: Feby Ferdian

rinoprasetyo16@gmail.com'
the authorRino Prasetyo

Leave a Reply