TopCareerID

Hati-hati, Asma Picu Gejala Diabetes dan Penyakit Jantung

Dok. New York Post

Topcareer.id – Hati-hati, jangan remehkan penyakit asma. Riset terkini menyebutkan, asma dapat meningkatkan resiko diabetes dan penyakit jantung. Hal ini disampaikan sejumlah peneliti dalam rapat tahunan American Academy of Allergy, Asthma & Immunology di San Fransisco.

Riset yang dipimpin Young J. Juhn, MD, MPH dari Mayo Clinic di Rochester, Minnesota ini melibatkan 2.392 pengidap asma dan 4.784 orang yang tidak mengidap asma. Penelitian ini membuktikan, orang-orang yang menderita asma juga menderita gejala diabetes dan penyakit jantung, namun cukup kebal terhadap radang perut dan rematik.

Secara detil, tingkat kerentanan penderita asma akan diabetes mellitus ialah 138 orang dari setiap 100.000 responden yang diteliti. Bagi non-penderita asma, angka ini menciut hingga 104 orang dari 100.000 responden.

Baca juga: Yuk, Kenali Gejala Penyakit Asam Lambung (GERD) dan Cara Atasinya

Untuk penyakit jantung, terdapat 188 orang dari setiap 100.000 orang penderita asma yang mengalami gejala penyakit mematikan ini. Untuk non-penderita asma, jumlah ini hanya berkisar di angka 134 orang dari 100.000 non-penderita asma.

“Sangat penting bagi para ahli medis untuk mewaspadai perkembangan resiko penyakit jantung dan diabetes bagi penderita asma. Temuan ini harus diartikan sebagai peringatan dini,” papar Juhn seperti yang dikutip WebMD.

“Dengan adanya jumlah signifikan dari penderita asma yang terpengaruh penyakit lain, kami harus terus mengawasi dampak potensial dari wabah asma ke wabah penyakit kronis lainnya.”

Lalu apa yang menyebabkan kedua penyakit ini terkait dengan asma?

Neil Schachter, MD, dari Mount Sinai School of Medicine, New York, memaparkan hubungan antara asma dengan diabetes serta gangguan jantung dan paru-paru (chronic obstructive pulmonary disease – COPD) terkait dengan kebiasaan merokok.

Baca juga: Cegah Flu saat Bepergian dengan Pesawat

“Hubungan antara COPD dan diabetes diperkuat dengan kaitan pengaruh antara merokok dan diabetes, serta hubungan teoritis antara penyebab lazim radang yang menyebabkan COPD dan diabetes,” papar Schachter.

Schachter juga mewanti-wanti adanya pengaruh asma terhadap gangguan fisik lainnya, seperti obesitas.

Jika kamu menderita asma, kamu masih dapat mencegah “penyakit sampingan” dari asma. Caranya, cukup jauhi kebiasaan merokok atau banyak menghisap asap rokok yang dihembuskan orang lain. Nah, terbukti kan, rokok itu berbahaya. *

Exit mobile version