Topcareer.id – Industri game tengah berkembang pesat, baik secara nasional, maupun global. Pada 2022, para ahli memperkirakan industri game akan menghasilkan USD196 miliar dalam pendapatan. Game di masa depan dinilai tak hanya terpakai di industri itu saja, tapi hampir di setiap industri.
Pesatnya perkembangan teknologi ikut mendukung masa depan game. Berkat teknologi, industri game merambah ke ranah lain seperti game cloud, game VR (virtual reality) dan game AR (augmented reality).
Co Founder dan CEO Agate (perusahaan pengembang video game), Arief Widhiyasa menyampaikan kepada peserta Community Meet Up dalam acara Social Media Week 2019 bahwa industri game ke depan akan lebih terintegrasi.
Baca juga: Penghasilan Menggiurkan, Hilangkan Persepsi Game Cuma Hobi
“Jadi kalau misal mau main game tembak-tembakan, nanti tembakannya sudah ada di tangan, mungkin bentuk gelang. Atau bahkan sudah ada alat semacam detector di badan kita,” kata Arief dalam SMW 2019 di Senayan City, Rabu (13/11/2019).
Lebih lanjut masa depan game dalam jangka waktu dekat juga bakal menggunakan cloud (penyimpanan data digital yang memanfaatkan adanya server virtual). Jadi, kata Arief, nantinya game bisa digunakan oleh semua orang meski dengan tipe game yang berat.
Untuk jangka waktu yang jauh, kata Arief, di mana dunia mungkin bakal “dipenuhi” oleh robot, industri game sebagai industri kreatif ini tak akan tergantikan oleh robot.
“Kalau kita lihat dari perspektif industri, kita melihat industri player game, musik atau semua kreatif industri, atau iklan, itu adalah industri yang susah digantikan oleh robot,” ujarnya.
“(Urusan) makan atau tempat tinggal itu sudah dikerjakan oleh robot. Semua orang jadi bisa berkreasi, dan menikmati kreasi.” *
Editor: Ade Irwansyah