Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Friday, December 6, 2019
redaksi@topcareer.id
Tren

Cipta Lapangan Kerja, Salah Satu Agenda Besar Pemerintah

Dok.Setpres

Topcareer.id – Penciptaan lapangan kerja merupakan salah satu agenda besar pemerintah dalam beberapa waktu mendatang. Sejalan dengan pembangunan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemerintah juga berupaya untuk meningkatkan investasi yang nantinya akan turut membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas bagi sumber daya manusia tersebut.

Saat memberikan sambutan dalam Rakornas Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (Forkopimda) 2019 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (13/11/2019), Presiden Joko Widodo meminta seluruh pihak baik di tingkat pusat maupun daerah mendukung agenda besar tersebut.

Presiden Joko Widodo menyalami Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, serta kepala daerah lainnya. (dok.setpres)

“Semua sekarang ini harus mengarah ke sana, penciptaan lapangan kerja. Jadi kalau yang berhubungan dengan ini saya minta semuanya mendukung,” ujarnya.

Untuk itu, Presiden menjelaskan, iklim investasi harus diperbaiki. Ia menegaskan, apabila terdapat investasi yang hendak masuk ke suatu daerah, maka seluruh pihak harus memberikan dukungan dan pelayanan bagi investor agar investasi tersebut segera terealisasi.

Baca Juga: Empat Instruksi Presiden Terkait Upaya Penciptaan Lapangan Kerja

“Investasi yang sudah masuk ke sebuah daerah, sudah ada minat, tapi tidak terealisasi gara-gara mereka tidak dilayani dengan baik. Harusnya kita melayani apa yang kurang sehingga bisa terealisasi dan memunculkan lapangan pekerjaan,” tuturnya.

“Ingat masih tujuh juta rakyat kita yang masih belum memiliki pekerjaan. Ini tugas kita bersama,” sambung Presiden.

Presiden kemudian memberikan gambaran, setelah ramai perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat, sebanyak 33 perusahaan global yang sebelumnya beroperasi di Tiongkok memutuskan keluar negara itu. Namun, dari 33 perusahaan tersebut tak ada satupun yang memutuskan untuk memindahkan operasinya ke Indonesia.

Baca Juga: Presiden Dorong Program Pemberdayaan UKM Agar Lebih Optimal

“Dari 33 perusahaan, 23 pindahnya ke Vietnam dan 10 lainnya memilih Kamboja, Malaysia, India, dan Thailand. Kok tidak ke kita? Ini ada apa? Ini harus jadi tanda tanya dong. Kita harus introspeksi ini ada apa,” ujarnya.

Menurutnya, satu hal yang menjadi permasalahan besar dan memengaruhi iklim investasi di negara kita adalah ruwetnya perizinan bagi investasi. Maka itu tak ada cara lain bagi Indonesia selain membenahi urusan perizinan ini.

the authorRetno Wulandari

Leave a Reply