Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Minggu, Agustus 1, 2021
redaksi@topcareer.id
Profesional

Menghitung Pendapatan Fotografer Drone. Berapa Mereka Dibayar?

Dok. Dronelife

Topcareer.id – Sudah tahu ,dong untuk membuka jasa drone fotografi, modal peralatannya saja nggak bisa disebut murah. Tapi, tahu nggak kira-kira berapa pendapatan yang bisa diperoleh dari jasa fotografi drone?

Biasanya jasa ini paling sering dipakai untuk pembuatan film, event wedding, atau travel agent. Mengulik dari Aerial fotografer yang juga founder dari komunitas Skygrapher Indonesia, Anton Chandra, bayaran yang bisa didapat dari jasa drone fotografi bisa sekitar Rp3,5-Rp5 juta per hari. Harga itu misal untuk produksi syuting sinetron atau event-event tertentu.

“Ada satu produksi butuh shoot yang namanya aerial, berarti kami di-hire untuk itu. Standar acara event atau film itu bisa Rp5 jutaan dengan tipe drone Phantom,” kata Anton saat ditemui oleh Topcareer.id, Senin (12/3/2018).

Baca juga: Cara Fotografer Wedding Ini Memasarkan Diri Bisa Kamu Tiru

Harga standar itu biasanya akan dipakai untuk projek-projek standar seperti acara pernikahan serta event lainnya. Menurut Anton, wedding-wedding yang ada di Bali kerap menggunakan jasanya untuk dokumentasi yang lebih menarik.

Oiya, jasa yang dipatok itu belum termasuk dengan akomodasi jika memang harus ke luar kota. Karena transportasi dan akomodasi akan ditanggung oleh klien. Jadi, si fotografer hanya tinggal menjalankan tugas saja saat di tempat.

“Projek-projek yang diambil, satu yang sering itu adalah wedding di Bali, di outdor itu sekarang pakai drone sekitar Rp3-5 juta. Atau mungkin si pilotnya sudah memaketkan harga misal untuk event wedding berapa,” ucap Anton.

Baca juga: Ini Honor Fotografer Sekali Photoshoot Model

Kalau untuk acara wedding, outbond, atau pentas seni seperti itu biasanya menggunakan drone tipe standar dengan hasil shoot yang juga cukup bagus.

Lebih rumit, lebih mahal

Sementara, jika dituntut hasil yang harus mengimbangi kualitas film misalnya, maka drone yang digunakan pun tipe yang lebih mahal dan rumit.

Menurut Anton, drone untuk level yang lebih tinggi itu menggunakan drone tipe Inspire 1, S1000 atau S800. Dari segi modal, harga drone-drone ini harus diraih dengan kocek Rp60 juta. Tentu saja berbeda dengan tipe Phantom biasa dengan harga Rp30 juta.

“Kalau pakai Inspire 1 patokan harga yang dikasih bisa Rp15 juta, dan beda banget hasilnya. Untuk Inspire 1 ya kisaran Rp12-15 juta. Untuk kebutuhan film itu kan harus bagus kameranya, menyeimbangi kamera bawahnya, kalau pakai yang jelek ya jomplang,” papar Anton. 

Selain hasil yang bagus, alasan drone Inspire 1 punya budget jasa mahal karena pengoperasiannya yang cukup rumit. Butuh setidaknya dua sampai tiga orang agar lancar selama proses pengambilan gambar.

Baca juga: Hitung-hitungan Gaji Chef di Indonesia, dari Terkecil sampai Terbesar

Jadi, tambah Anton, remote untuk mengontrol pesawat drone dengan remote kameramen itu akan berbeda sehingga dibutuhkan dua orang dalam sekali terbang.

“Kalau inspire one besar harus dua orang, mau bertiga juga bisa. Jadi yang satu spotter, jadi dia lihatin arah dronenya, yang satu lagi kameramen, yang satu lagi ngendaliin dronenya. Inspire 1 itu remot kamera beda dengan romot kontrol drone, sementara Phantom cukup satu remot. Skill pilotnya juga beda,” ujar Anton.

Selain itu, ada lagi pendapatan seorang fotografer drone, yakni hasil jepretan atau footage yang kemudian bisa dikomersilkan. Anton mengaku, untuk satu foto ia patok kisaran Rp1-2 juta. *

Editor: Ade Irwansyah

Tinggalkan Balasan