Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Friday, December 6, 2019
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Cara Melampiaskan Amarah dengan Profesional di Tempat Kerja

Ilustrasi. (Dok. Texas Construction Recruiters)

Topcareer.id – Kemarahan adalah emosi yang sulit dikendalikan. Itu sebabnya banyak orang menghindarinya di tempat kerja.

Tapi kesal di kantor merupakan kenyataan yang tak terhindarkan. Daripada hanya meredam amarah untuk tidak meledak, belajarlah mengendalikan emosi dan gunakan kemarahan sebagai katalis untuk perubahan.

Ada seni untuk menunjukkan kemarahan di tempat kerja. Dikutip dari Relate.zendesk.com, Rabu (20/11/2019), sebelum kamu mendekati orang yang membuatmu marah, kamu harus tenang. Luangkan waktu untuk masuk ke pola pikir yang benar untuk memulai percakapan yang produktif (bukan eksplosif).

Baca juga: Dimarahi Orang? Ini Cara Menghadapinya

Kamu butuh teman
Pegang seseorang yang kamu percayai dan minta mereka untuk membantumu memproses situasi bersama. Cari seseorang yang netral dalam situasi tersebut. Mungkin kamu bisa berbicara dengan seseorang di luar departemenmu.

Pergi berjalan keluar
Hancurkan kelebihan adrenalin dengan memasukkan lebih banyak oksigen ke dalam sistem tubuhmu. Berjalan cepat, pergi ke gym, atau mengunci diri di ruang rapat. Apa pun asal menurunkan tensi dan pikiranmu.

Catat semuanya
Sertakan semua detail yang relevan termasuk poin kamu, poin mereka, dan kesalahpahaman yang kamu pikir terjadi. Tenangkan diri dengan membandingkan dari kedua sisi poin-poin tadi. Cobalah untuk melihat situasinya secara obyektif.

Baca juga: Seberapa Pemarah Kamu? Ini Ukurannya

Tentukan tujuan akhir
Sebelum kamu menemui orang yang menghasutmu, definisikan tujuanmu dengan cara yang bisa dipahami oleh siapa pun. Apakah ini untuk menyelesaikan situasi? Gunakan argumenmu dengan bijak untuk membantu menjadikannya diskusi taktis dan menyelesaikan masalah penyebab kemarahanmu.

Memulai pembicaraan
Persiapkan diri untuk bagian tersulit. Jaga kesabaran dan fokus pada tujuan. Kamu bukan robot, jadi tidak masalah jika keadaan menjadi sedikit berantakan. Tapi, kamu harus tetap tenang dan hormat. Misalnya, mengatakan, “Saya merasa sakit hati ketika Anda meninggikan suara Anda kepada saya dalam rapat.” Ini membantu memberi tahu orang tersebut bahwa perilakunya telah mempengaruhimu.

Mendengarkan dengan aktif
Beberapa perubahan sederhana dalam cara kamu berkomunikasi bisa meningkatkan pemahaman kamu. Lakukan kontak mata, jangan menyela, dengarkan orang lain hingga menyelesaikan kalimatnya, dan ingat untuk mengajukan pertanyaan klarifikasi.

Cari solusi
Tetaplah pada tujuanmu. Fokuskan diskusi pada solusi daripada mencari siapa yang salah. Jika kamu memperhatikan bahwa percakapan masih berputar-putar, tidak apa-apa untuk membahas diskusinya lagi nanti daripada membuat dirimu marah lagi.

Editor: Ade Irwansyah

rinoprasetyo16@gmail.com'
the authorRino Prasetyo

Leave a Reply