Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Friday, December 6, 2019
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Kurangi Waktu Duduk, Coba Kerja Sambil Berdiri

Workstation sit-stand. (dok. Forbes)

Topcareer.id – Penelitian baru menunjukkan workstation sit-stand, meja kerja khusus yang memungkinkan karyawan berdiri, serta duduk, saat bekerja di komputer dapat mengurangi waktu duduk harian serta memiliki dampak positif pada kinerja pekerjaan, bahkan dapat meningkatkan kesehatan psikologis.

Dalam laman Huff Post, hasil penelitian yang diterbitkan dalam British Medical Journal, menunjukkan karyawan yang menggunakan workstation sit-stand selama 12 bulan, rata-rata, mengurangi waktu duduk mereka lebih dari satu jam sehari, dengan potensi manfaat yang berarti.

Tingginya tingkat perilaku menetap seperti duduk sebelumnya telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kronis, termasuk diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan beberapa jenis kanker, serta kematian dini.  

Baca juga: 5 Hobi yang Bagus untuk Kesehatan Mental

Menurut penelitian, pekerja kantor merupakan salah satu populasi yang paling banyak duduk, menghabiskan 70-85 persen waktu di tempat kerja.

Jadi tim peneliti yang berbasis di Inggris, dengan kolaborator di Australia, berangkat untuk mengevaluasi dampak Stand More At Work – sebuah intervensi yang dirancang untuk mengurangi waktu duduk di tempat kerja.

Uji coba melibatkan 146 pekerja kantor yang berbasis di Rumah Sakit Universitas Leicester NHS Trust yang 77 di antaranya secara acak ditugaskan ke kelompok intervensi dan 69 ke kelompok kontrol selama periode 12 bulan.

Pengurangan dalam duduk sebagian besar digantikan oleh waktu yang dihabiskan untuk berdiri daripada bergerak, karena waktu loncatan dan aktivitas fisik tetap tidak berubah.

Baca juga:Saran Para Ahli Diet Saat Berbelanja Makanan Sehat

Hasil survei juga menunjukkan peningkatan kinerja pekerjaan, keterlibatan kerja, kelelahan kerja, kecemasan sehari-hari dan kualitas hidup, tetapi tidak ada perubahan penting yang ditemukan untuk kepuasan kerja, fungsi kognitif, dan tidak adanya penyakit.

Para penulis mengatakan harus ada lebih banyak penelitian yang menilai manfaat kesehatan jangka panjang soal kerja sambil berdiri ini, dan juga cara terbaik untuk mempromosikan gerakan daripada hanya berdiri sambil bekerja. *

Editor: Ade Irwansyah

hildailhamil@gmail.com'

Leave a Reply