Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, July 7, 2020
redaksi@topcareer.id
Profesional

Please, Jangan Katakan Ini ke Ibu Hamil yang Bekerja

Ilustrasi (dok. iStock)

Topcareer.id – Bekerja ketika hamil kerap jadi hal yang bikin stres untuk perempuan. Untuk itu, dukungan dari lingkungan keluarga dan kantor bakal sangat berpengaruh bagi mereka. Tapi, kadang ada saja kalimat sederhana yang terdengar biasa atau halus, tapi membuat perempuan hamil merasa dikucilkan.

Pakar karier yang bekerja dengan perempuan hamil memberi tahu Business Insider komentar yang paling membuat ibu hamil frustrasi. Berikut hal-hal yang tidak boleh kamu katakan kepada rekan kerja yang hamil.

1. “Kamu nggak boleh minum kopi.”

“Semua orang ahli ketika kamu sedang hamil,” kata Lynn Taylor, Pakar Lingkungan Kerja dan penulis buku Tame Your Terrible Office Tyrant.

Dia mengatakan wanita hamil sering mendengar nasihat yang tidak diminta tentang kebiasaan makan dan minum mereka di tempat kerja, termasuk:

“Katakan saja tidak pada kafein.”

“Minum lebih banyak air.”

“Awas makanan gula.”

Yang lebih parah, saran itu datang dari orang-orang yang sendiri tidak tahu banyak tentang makanan dan minuman yang baik untuk ibu hamil kata Michelle Kennedy, CEO Peanut (aplikasi yang menghubungkan ibu hamil satu sama lain).

Baca juga: Tips Survive Bekerja saat Hamil Bayi Kembar

2. “Wow, kamu sudah mulai besar!”

“Komentar terhadap perempuan atau siapapun, mengenai bentuk tubuh tidak pernah diizinkan di tempat kerja,” kata Alison Green, pencipta situs saran kerja populer, Ask a Manager kepada Business Insider.

Menurut Taylor, wanita hamil mungkin sudah cemas tentang pertumbuhan bayi mereka, serta membiasakan diri dengan perubahan tubuh normal yang terjadi. Perempuan hamil yang bekerja akan sangat sensitif terhadap apa yang mereka dengar dari rekan kerja.

3. “Saya jamin kamu tidak akan bisa meninggalkan bayimu, begitu cuti hamil berakhir.”

CEO perusahaan advokasi orang tua yang bekerja, Kunik, Liz Gulliver berbicara dengan ratusan perempuan pekerja ketika dia memulai perusahaannya tentang pengalaman mereka dengan kehamilan. Merela mengatakan bahwa rekan-rekan mereka akan sering berasumsi bahwa mereka tidak akan pernah kembali bekerja.

Baca juga: Tips Enjoy Kerja untuk Bumil

Beberapa mungkin ada kaitannya dengan pengasuhan anak dan pekerja rumah tangga yang masih berada di pundak perempuan. Ibu menghabiskan 32 jam per minggu untuk pekerjaan yang tidak dibayar, sementara ayah hanya menghabiskan 18 jam, menurut Pew.

“Ketika ada beragam komentar di belakang kepala sebelum kamu pergi, itu membuatmu penuh keraguan. Saya yakin beberapa komentar itu memengaruhi keputusan orang tentang apakah akan kembali atau tidak,” kata Gulliver.

4. “Bayinya laki-laki atau perempuan?”

“Sementara menanyakan jenis kelamin atau nama bayi itu tampaknya halus, sebenarnya ini adalah topik pribadi antara wanita hamil dan pasangannya,” kata Taylor.

Wanita hamil mungkin menunggu sampai bayi lahir untuk memutuskan nama atau mengetahui jenis kelaminnya. Beberapa penelitian juga mengaitkan masalah medis tertentu dengan jenis kelamin janin. Apa pun alasannya, informasi pribadi ini bukan urusanmu. *

Editor: Ade Irwansyah

Leave a Reply