Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Friday, August 7, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Menjadi Investor Di Usia Muda? Perhatikan Tips Ini

Ilustrasi. Sumber foto: StartupNation.comIlustrasi. Sumber foto: StartupNation.com

Topcareer.id – Kegiatan investasi hanya untuk orang tua? Eits, tunggu dulu, dengan perkembangan teknologi, kini siapapun bisa menjadi investor. Bahkan di usia muda.

Maraknya aplikasi investasi yang semakin mudah diinstall dan digunakan, mendorong para anak muda untuk ikut meramaikan dunia investasi.

Dilansir dari lifehack.org, Jumat (13/12/2019), jika kamu tertarik untuk menjadi investor muda, perhatikan beberapa tips berikut ini.

Mulailah aktivitas investasi sedini mungkin
Semakin awal kamu mulai berinvestasi, semakin sedikit beban keuangan yang akan kamu tanggung di masa depan. Berinvestasi lebih awal juga akan memberimu kesempatan untuk memiliki lebih banyak bunga majemuk.

Pelajari produk investasi
Beragam produk investasi kini semakin marak. Kamu harus berhati-hati dan jeli dalam memilihnya. Jangan sampai terkecoh. Dalam dunia investasi, semakin besar keuntungan yang akan didapat, maka semakin tinggi pula resikonya. Pelajari sebaik mungkin setiap produk dan keseluruhan prosesnya.

Kenali perbedaan antara saham dan obligasi
Investor muda merasa sulit untuk memilih antara obligasi dan saham. Saham lebih berisiko namun memiliki pengembalian yang lebih tinggi daripada obligasi dalam jangka panjang. Tetapi, obligasi juga punya banyak keunggulannya sendiri. Jadi, pelajari dulu keduanya sebaik mungkin.

Belajar menabung daripada membelanjakan
Untuk menjadi investor, kamu perlu uang. Untuk memiliki uang, kamu perlu menabung. Nasihat ini selalu diberikan oleh para profesional bisnis terkemuka.

Baca juga: Jadi, Kapan Waktu yang Tepat Jual Saham?

Perbanyak portofolio kamu
Ini berarti kamu harus setiap saat mempertahankan portofolio yang terdiri dari semua jenis aset. Dari risiko tinggi, risiko menengah sampai risiko rendah.

Aset berisiko menengah dan rendah mengkompensasi risiko tinggi dan pengembalian agregat. Ini umumnya lebih tinggi dari portofolio aset tunggal.

Investasikanlah lagi pengembalian kamu untuk mendapatkan pengembalian yang lebih besar, daripada menghabiskannya.

Kelola tabungan dan hutang
Beberapa orang memiliki kebiasaan buruk membelanjakan uang berdasarkan arus masuk yang diharapkan di masa depan. Ini jelas kesalahan, karena mengandalkan kenaikan pendapatan yang belum dikonfirmasi. Lebih baik belanjakan uangmu berdasarkan keadaan keuanganmu saat ini.

Kenali pajak dan inflasi
Kebanyakan Investor muda lupa seberapa besar inflasi dan perpajakan bisa memengaruhi pengembaliannya. Inflasi akan memengaruhi pengembalian riil kamu.

Jika inflasi tinggi, pengembalian riil akan rendah. Tingkat inflasi di masa depan juga akan memengaruhi penghasilanmu di masa depan. Pastikan kamu mengetahui kebijakan pajakmu.

Editor: Feby Ferdian

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply