Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, August 6, 2020
redaksi@topcareer.id
Profesional

Mitos Soal Sosial Media dalam Pemasaran, Jangan Salah

Media Sosial

Topcareer.id – Sudah efektifkah sosial media yang kamu gunakan hingga bisa membantu bisnis, atau malah berpikir kurang efektif. Coba cari tahu, jangan-jangan masih menjalankan mitos terkait sosial media yang memang malah menghancurkan bisnis.

Berikut beberapa mitos tentang pemasaran lewat sosial media yang jika diyakini, dapat melemahkan bisnis, seperti dikutip dari laman Thrive Global.

Mitos 1: Media sosial gratis

Banyak pemilik bisnis menghabiskan waktu dan energi untuk mempromosikan bisnis mereka di media sosial karena mereka melihatnya sebagai iklan gratis.

Fakta: Media sosial menghabiskan banyak waktu

Pos organik di LinkedIn atau Instagram tidak akan memperburuk akun bank , tetapi akan menghabiskan banyak waktu. Saat memutuskan berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk pemasaran media sosial, penting untuk mengevaluasi berapa nilai waktumu.

Misalnya, jika kamu seorang freelancer yang menghasilkan USD100 per jam untuk pekerjaan, setiap jam yang kamu habiskan di media sosial pada dasarnya dikenakan biaya USD100.

Mitos 2: Kamu harus punya setiap platform media sosial

Mencoba mengelola dan menumbuhkan akun di lima platform media sosial tidak hanya melelahkan, tetapi juga hampir tidak mungkin untuk mengalami hasil dengan fokus terdilusi di berbagai platform.

Fakta: Kamu hanya perlu berada di tempat pelanggan ideal

Saat menilai platform media sosial mana yang akan digunakan untuk bisnis, penting untuk membuat keputusan berdasarkan pelanggan idealmu dan platform mana yang paling sering mereka gunakan. Untuk membantu hal ini, bangun persona pembeli yang terperinci yang menguraikan demografi, perilaku pembeli, tantangan, dan tujuan pelanggan ideal.

Mitos 3: Jejaring sosial adalah saluran siaran

Media sosial bukanlah tempat untuk terus menyombongkan diri atau bisnismu. Kecuali kamu Apple, pengikutmu tidak peduli dengan siaran pers terbaru atau pembaruan produk barumu.

Fakta: Jejaring sosial adalah saluran interaktif

Konten yang diposting di media sosial harus lebih sedikit tentang dirimu dan bisnismu, dan lebih banyak tentang pelanggan ideal. Bagikan konten yang memberikan nilai kepada audiens dan membujuk mereka untuk terlibat dengan postinganmu. Cara terbaik untuk meningkatkan keterlibatan di media sosial adalah dengan mengajukan pertanyaan.

Mitos 4: Harus memposting beberapa kali sehari

Ini adalah salah satu mitos paling luas tentang pemasaran media sosial dan salah satu yang paling merugikan. Sebagai pemilik bisnis kecil, hampir tidak mungkin memposting 3-5 kali sehari di media sosial.

Fakta: Kamu harus memposting secara konsisten

Hasil sebenarnya datang dari memposting secara konsisten terlepas dari jumlah posting per hari. Berhentilah khawatir tentang memposting berkali-kali per hari dan alih-alih mengidentifikasi frekuensi yang berkelanjutan untuk mempertahankan jangka panjang.

Mitos 5: Media sosial sangat bagus untuk mencari pelanggan baru

Apapun platform media sosial yang digunakan, sangat jarang menarik pelanggan baru untuk bisnis melalui pos media sosial organik. Pemasaran mesin pencari dan iklan jejaring sosial adalah metode yang lebih baik untuk menarik pelanggan baru.

Fakta: Media sosial sangat bagus untuk terhubung dengan pelanggan yang ada

Saat membuat konten media sosial, fokuslah pada konten yang dirancang untuk membangun hubungan yang lebih dalam dengan pelanggan yang sudah ada. Seiring waktu, ketika mereka terlibat dengan kontenmu dan kamu terus memberikan nilai, mereka akan menjadi pelanggan tetap serta berbagi postinganmu. (rw)

Leave a Reply