Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Friday, August 7, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Rahasia Hadapi Jetlag Menurut Pebisnis yang Sering Keliling Dunia

Ilustrasi. Sumber foto: SciTech EuropaIlustrasi. Sumber foto: SciTech Europa

Topcareer.id – Terbang ke beberapa tempat menggunakan pesawat dalam waktu tempuh yang cukup lama memang bisa bikin jetlag. Jetlag juga menghampiri business traveler atau pebisnis yang suka pergi ke beberapa tempat dalam satu waktu menggunakan pesawat.

Seperti kehidupan Vicky Tsai, Pendiri dan CEO brand perawatan kulit (skincare) Tatcha yang harus membagi waktunya antara kantor pusat di San Franssico dan labolatorium penelitian pengembangan di Tokyo.

Jadi, bisa bayangkan, ia hampir rutin mencatat 12 jam lebih di langit, mengatasi perbedaan waktu demi pekerjaan sangat penting.

Lalu apa rahasianya untuk mengalahkan jet lag? Vicky memastikan agar dia melihat matahari terbit dan terbenam di setiap tempat baru. Itu rahasianya.

“Bahkan jika itu berarti aku hanya tidur tiga jam, aku akan bangun untuk menyaksikan matahari terbit di kota itu,” kata Tsai kepada CNBC Make It.

Selain kunjungan ke Jepang setiap tiga bulan, ia juga secara berkala terbang ke Hong Kong, Australia, dan Kanada. Setiap tahun, ia mengunjungi pasar Room to Read, di mana penjualan produk Tatcha membantu mendanai pendidikan anak perempuan di sekolah di negara lain. Perjalanannya baru-baru ini membawanya ke Kamboja, India, dan Afrika Selatan.

Kebugaran fisik dan mental juga merupakan kunci rutinitas perjalanan internasionalnya. Selain jogging dan lompat tali, Tsai melakukan meditasi untuk membantunya mengelola jadwal yang padat.

“Saya lebih suka meditasi sendiri yang tenang dengan dupa. Saya cukup beruntung untuk belajar dengan seorang biksu Zen di Kyoto yang mengajari saya tentang mind-body connection dan praktik meditasi yang berbeda, termasuk walking meditation.”

CEO Thrive Global Arianna Huffington mengatakan bahwa, setelah tidur, meditasi adalah alat yang paling efektif untuk produktivitas dan kinerja. Ilmu pengetahuan mendukung manfaat praktik meditasi, bahkan bagi mereka yang belum pernah melakukannya sebelumnya.

Para peneliti baru-baru ini menyimpulkan bahwa beristirahat selama 20 menit untuk bermeditasi dapat membantumu lebih fokus mengerjakan tugas sehingga bisa meminimalisasi kesalahan kerja.

Editor: Feby Ferdian

Leave a Reply