- Advertisement -
TopCareerID

Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Thursday, January 23, 2020
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Ingin Karier Sukses? Buang Kebiasaan Ini sebelum Umur 35

Dok. Fashioners

Topcareer.id – Bayangan populer untuk seseorang di usia 34-35, yakni kerap diukur lewat karier yang menawan, misal berada di tingkat manajer, atau meraih gelar impian dengan pengalaman luar biasa.

Namun, mencapainya tidaklah mudah. Apalagi jika masih ada kebiasaan buruk masa muda yang terbawa dan menghambat kemajuan karier.

Berikut empat kebiasaan yang perlu kamu musnahkan sebelum usia 35, sepetti dilansir dari laman The Ladders.

1. Membiarkan email tak terjawab

Kadang-kadang, lupa membalas email yang sensitif terhadap waktu adalah kesalahan manusia yang bisa dimengerti. Tetapi, jika kamu telah diingatkan untuk membalas email dengan cepat, dan masih secara teratur membiarkan pesan-pesan masuk, kamu akan berpotensi merusak reputasi profesionalmu.

Coba untuk mengatur pengingat di kalender, menandai email dengan prioritas tinggi, atau memanfaatkan fitur kotak masuk built-in. Itu bisa membantumu membalas email secara tepat waktu. Dengan begitu kamu lebih terorganisir, menghormati kolega dan klienmu.

2. Menghindari percakapan telepon

Sebagian besar milenial mungkin akan lebih menyukai mengirim dan menerima informasi melalui teks atau email daripada percakapan telepon.

Akibatnya, di banyak bidang, kebutuhan untuk telepon dengan cepat menghilang. Email pun menggantikan telepon sebagai metode utama komunikasi bisnis.

Namun, dalam situasi tertentu (dan dalam budaya perusahaan tertentu), panggilan telepon tetap merupakan elemen penting di tempat kerja. Jika tren kepemimpinan senior perusahaan semakin tua, kamu akan melihat lebih banyak manajer yang memakai telepon untuk membicarakan proyek baru atau menawarkan umpan balik terkait presentasi.

3. Berlebihan dengan gosip kantor

Ingat, penting bagimu untuk mengawasi batasan profesional. Jika teman kantor senang terlibat dalam gosip kantor, lebih baik jaga jarak. Karena hubungan rekan kerja yang dekat sering mengakibatkan dinamika menyusahkan di dalam kantor.

4. Terus-menerus meminta maaf, bahkan ketika kamu tidak bersalah

Dorongan sesaat untuk meminta maaf, bahkan ketika kamu tidak melakukan kesalahan, mengganggu dalam semua aspek kehidupan, termasuk tempat kerja.

Tentu saja, jika kamu membuat kesalahan, praktisnya sopan untuk menawarkan permintaan maaf yang tulus.

Namun, kemajuan karier akan datang dengan lebih mudah jika kamu berusaha menyingkirkan diri dari dorongan untuk mengatakan itu. Lebih baik simpan untuk situasi yang memang dibenarkan, sehingga kata-katanya akan lebih memiliki bobot dan substansi yang jauh lebih tinggi.

Editor: Feby Ferdian

hildailhamil@gmail.com'

Leave a Reply