Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Januari 26, 2022
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Terlambat Datang ke Wawancara Kerja? Segera Lakukan Ini

Dok. Buzzlist

Topcareer.id – Terlambat datang untuk wawancara kerja bukan hanya membuatmu terlihat tidak profesional, namun juga bisa membuatmu gagal mendapat pekerjaan impian karena dianggap tak disiplin.

Tapi, kamu tidak perlu terlalu khawatir, masih ada hal yang bisa kamu lakukan jika kamu datang terlambat.

Dilansir dari careeraddict.com, Jumat (03/01/2020), berikut ini beberapa hal yang bisa kamu lakukan jika terlambat datang untuk wawancara kerja.

Hubungi pewawancara
Segera setelah kamu tahu akan terlambat, usahakan sebisa mungkin hubungi pewawancara untuk memberi tahu mereka. Dan semakin cepat kamu melakukan kontrol tentang hal buruk yang mungkin terjadi, akan semakin baik.

Meminta maaf
Mintalah maaf secara profesional. Pahami bagaimana mereka sudah menyisihkan waktunya hanya untuk bertemu denganmu dan ternyata kamu telah menyia-nyiakan waktu yang telah mereka sediakan.

Punya alasan yang baik
Pewawancara mungkin tidak bertanya tentang mengapa kamu terlambat, tetapi kamu tetap harus menyampaikan alasannya dengan jujur. Pewawancara bukanlah monster yang tidak bisa memaafkan, mereka akan mengerti bahwa kadang-kadang hidup selalu ada rintangan. Bagaimanapun juga kejujuran adalah kebijakan terbaik.

Bersiap reschedule
Jika kamu sudah menyampaikan terlebih dahulu mengenai kemungkinan kamu datang terlambat, kamu harus bersiap untuk mendapat respon mengenai penjadwalan ulang dan kamu harus menerima konsekuensinya untuk menyiapkan waktu lagi di lain hari. Jangan memaksa mereka untuk tetap mengadakan sesi wawancara kerja saat itu juga, ini bisa membuat mereka mengambil keputusan yang merugikan dirimu.

Kirim surat terima kasih
Jika kamu merencanakan untuk mengirim surat terima kasih setelah wawancara, gunakanlah juga sebagai kesempatan untuk meminta maaf atas keterlambatan untuk yang terakhir kalinya.

Editor: Feby Ferdian

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan