TopCareerID

Kalimat yang Tak Seharusnya Dikatakan Bos ke Karyawannya

Ilustrasi kalimat beracun dari bos.

Ilustrasi kalimat beracun dari bos. (dok. Career Buzz)

Topcareer.id – “Beruntung kamu masih kerja.” Pernahkah kamu terima kalimat seperti itu dari bos atau manajer kamu? Seharusnya kata-kata itu tidak keluar dari mulut bos karena mungkin karyawan bisa demotivasi dalam bekerja.

Berikut beberapa kalimat yang tak seharusnya bos ucapkan kepada karyawannya, seperti dalam laman Medium.

1. “Bisakah kamu bekerja saat makan siang.”

Waktu makan siang adalah waktu untuk mendekompresi dan mengatur napas. Bos seharusnya tidak memintamu untuk mengorbankan waktu istirahat. Tapi, dalam kebanyakan kasus, jika bos memintamu untuk bekerja selama istirahat makan siang, kamu harus dibayar untuk waktunya. Selain itu, mengerjakan proyek penting saat lelah dan lapar adalah resep bencana.

Baca juga: Selalu Disalahkan Bos? Ini 3 Hal yang Bisa Kamu Katakan

2. “Bisakah bekerja selama libur.”

Beberapa bos melangkah lebih jauh dan selalu hadir ketika kamu mencoba untuk bersantai. Mereka benar-benar percaya karena kamu digaji untuk perusahaan, maka kamu sekarang menjadi milik mereka. Tidak peduli kamu sedang menghabiskan waktu bersama keluarga atau berbulan madu, mereka mengharapkanmu siap setiap saat. Itu salah.

3. “Bisakah kamu cancel liburanmu.”

Pertanyaan lain yang mungkin ditanyakan bos adalah apakah kamu dapat membatalkan rencana liburan yang dibuat berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan sebelumnya.

Baca juga: Taktik Jitu Atasi Bos Beracun di Tempat Kerja

4. “Beruntung kamu masih kerja.”

Karyawan dipekerjakan berdasarkan keterampilan dan pengetahuan mereka. Mereka tidak perlu berterima kasih kepada bos karena mempekerjakan mereka. Bos tidak boleh bersikap kasar kepada karyawan mana pun dengan ejekan seperti “Kamu beruntung memiliki pekerjaan.”

5. “Apa rencana keluargamu?”

Tidak ada yang perlu tahu berapa banyak anak yang kamu rencanakan untuk dimiliki atau apakah kamu berencana tak memiliki anak sama sekali. Meskipun seharusnya tidak terjadi, beberapa bos bertanya tentang rencana keluarga sebagai cara untuk memutuskan siapa yang akan tinggal atau pergi jika terjadi PHK. Beberapa majikan percaya seorang pekerja dengan anak-anak akan kurang berdedikasi.

6. “Bisakah kamu menjadi teman saya di Facebook?”

Permintaan teman Facebook bisa rumit. Risiko menjadi teman di Facebook adalah ada kemungkinan momen pribadi dan foto yang paling baik dijauhkan dari mata rekan kerja. Juga, ada terlalu banyak kasus karyawan yang dipecat karena komentar tanpa pertimbangan yang tersisa di timeline Facebook. *

Editor: Ade Irwansyah

Exit mobile version