Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Sunday, January 19, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Duka Buruh Kasar Taman Pahlawan Kalibata: Tidur di Jalan hingga Kena Tipu

Foto: Topcareer.id/Hilda Ilhamil Arofah

Topcareer.id – Tak ada pekerjaan yang berjalan tanpa kendala dan perjuangan. Termasuk yang dialami para pekerja kasar harian di sepanjang Jalan Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan. Tidur di jalanan hingga terkena modus penipuan pernah mereka alami.

Aca Sukmawan, salah satu pekerja kasar harian di sana bercerita kepada Topcareer.id. Ia kini tinggal di sekitaran Jalan Kalibata agar lebih dekat menuju sumber rezekinya. Kontrak rumah untuk ramai-ramai.

Satu rumah kontrakan biasanya bisa ditinggali 4-5 orang, dengan iuran sebesar 250 ribu per orang. Nominal ini lebih ringan untuk menunjang kehidupan.

Sementara, menurut penuturan Aca (sapaan akrabnya), teman-teman seperjuangan lain juga ada yang tinggal di trotoar. Tidur, makan, sampai cari uang, semua dilakukan di Jalan Taman Makam Pahlawan.

“Sebagian ada yang enggak ngontrak, dua orang sampai sekarang tidur di sini (trotoar). Kala hujan di pos satpam. Mereka kerja di sini belum lama, paling tahun 2012,” kata Aca.

Buruh kasar penggali tanah di sekitar Jalan Taman Makam Pahlawan, Kalibata Jakarta Selatan. Foto: Topcareer.id/Hilda

Rata-rata para pekerja kasar harian tinggal di sekitar kawasan Kalibata. Ada juga yang di Pancoran. Jaraknya hampir tak jauh dari Taman Makam Pahlawan.

“Kalau ada borongan, kadang teman-teman ada yang ke luar kota. Bisa sampai satu bulan. Ada yang nyuruh di luar kota ya nginep di sana. Kalau enggak, ya tidurnya di sini,”

Lalu, pekerjaan apa saja yang biasanya dilakukan Aca dan kawan-kawannya?

“Gali-gali gitu. Tergantung yang nyuruh juga, ada yang nyuruh ngecor, gali septic tank, fondasi, nguras saluran. Kemarin aja teman-teman itu kerja untuk yang kebanjiran, nguras-nguras lumpur, tergantung yang nyuruh sih,” ucap Aca.

Baca artikel sebelumnya: Kisah Buruh Lepas Penggali Tanah di Jalan Makam Pahlawan Kalibata

Modus penipuan

Pekerjaan sudah penuh perjuangan, ada saja yang masih tega menipu mereka.  Aca menuturkan bahwa ia dan teman-teman beberapa kali terkena modus penipuan. Disuruh kerja, tapi tak diberi bayaran. Atau yang lebih apes, harta juga ambles ditipu.

“Waktu itu ada yang nyuruh kerja. Pakai pakaian seragam, persis pegawai kereta. Nyuruh kerja, hampir 15 orang. Ya, kita berangkat 2 mobil pickup,” kata Aca.

“Pas datang ke tempat kerjanya, enggak taunya dibohongin. Benar sih di awal kerjaan ditunjukin. Pas mereka beli alat malah enggak datang-datang lagi. Eh, handphone teman kena (diambil), sama duit Rp 100 ribu.”

Aca juga pernah diminta kerja seseorang pukul 02.00 WIB dini hari. Mulanya percaya lantaran diberi uang makan di awal. Tapi setelah kerja, upah kerja malah tak kunjung diberikan hingga detik ini. Teman lainnya malah ada yang terkena hipnotis sampai hilang Rp 1 juta.

“Kalau pengalaman-pengalaman hantu atau yang seram-seram sih enggak ada. Tapi ya itu, yang nipu malah sering.”

Editor: Feby Ferdian

hildailhamil@gmail.com'

Leave a Reply